Biji yang Terbuang Oleh: Lusya Uci Wardati Ketika pohon kecil dan perlahan menjadi dewasa, kemudian daunnya yang semakin rindang dan lagi membuahkan buahnya. Tak peduli pohon apapun itu, tapi buahlah yang selalu kita rindukan. Dia berikan yang terbaik. Dan mudah bagi kita untuk menikmatinya. Buah itu dari sebuah pohon. Pohon yang pernah kecil, pernah terinjak-injak oleh kita tanpa kita sadar. Pohon yang pernah kita tebang cabangnya, bahkan mungkin kita robohkan karena lama tak berbuah tapi ia bangkit lagi. Pohon itu ingin tumbuh. Tumbuh menjadi yang lebih baik. “Mengapa mereka tak mendukungku?”, bisiknya pada rerumputan di sekitarnya, mengeluhkan mereka yang menginjaknya. “Terus saja kalian menghardikku, teruskan saja. Tanpa mengerti aku.”, lanjutnya. Semua ingin menjadi lebih baik bukan? Semua ingin jadi baik! Mengapa tak pernah untuk mengerti. Pernah lihat waria di lampu merah? Pernah menyaksikan para pengemis di tempat umum? Pernah lihat segerombolan anak jalanan? A...
I'm wondering how you came into my life.. i can't believe my luck..