Langsung ke konten utama

Postingan

kau tega

langit.. hatiku.. langitku ini sungguh tak menentu suka sekali menggodaku cerah mendung gerimis hujan lihat kini awan begitu kelamnya mendung dihati pohon-pohon, aku sendiri temani aku aku sendiri di sini aku.. sebentar lagi kemungkinan hujan.. langit.. kau tega! kau suka, meninggalkanku sendiri membiarkan aku di sini melarangku pergi lalu kau hadiahkan aku ini semua.. Apa maksudmu dengan semua ini?? kau tega langit. . . . . . .

nyasar lagi, aduh..

06.02.11 apa kau tak mengerti.. Lusya yang kmrin tak bawa dompet itu lho.. kini ia kembali ke Yogya, menuntut ilmu. tak ada benda berharga. keberangkatannya aja cuma dpt uang saku 20.000 dari orang tuanya. naik prameks.. 9000. yahh, paling ia hanya punya motor.. nanti juga bakal kurang lagi 3000. ya ampun.. lihat deh.. di kereta ia berdiri di bawah kipas.. walaupun ia pakai jaket tebal, menrutku.. ia merasa dingin.. knpa juga ga pindah tempat brdiri.. ooooo... trnyata ia tengah bersama teman perempuan waktu ia SMA.. hmm.. hah?! denger2 temannya itu mau pinjem duit buat naik TransJ.. mau pinjem 2000 katanya. tmnnya itu ga punya duit kecil.. kan kalo naik Trans kudu uang pas, 3000. lha sisa beli tiket kan 1000. jadi pinjem 2000 deh. ya ampun, duitnya kan tinggal 20.000-9.000=11000.. halahemm, ia juga ga punya 2000an.. "iya, boleh kok. ni 5.000. cukup kan?" ia mnyerahkan uang itu.. sekarang uangnya tinggal 6000.. uda ga bawa dompet.. bawa motor tanpa surat2.. uang jg cu...

LuFi

Meine Freundin Du kennst mich so gut Wir immer zusammen gehen Wir immer zusammen tanzen, wenn wir gl ȕ cklich sind Wir gehen zum Strand, wenn wir traurig sind Wir schreiben immer unsere Traurigkeit auf dem Sand Und dann die Woge beseitigt es Wir sind wieder gl ȕ cklich Wir tanzen wieder Du gibst mir der Rat, wenn es n ȍ tig ist Du hilfst mir immer Meine Freundin, Ich m ȍ chte gemeinsam mit dir f ȕ r immer Gedichte

Tergigit oleh Cinta

Andai cinta punya mulut dengan gigi dan taring-taring tajam seperti hewan liar di tengah hutan, barangkali saja, orang  yang sedang bercinta itu telah tiada. Mungkin juga aku, engkau dan kalian,  sudah tak berpijak lagi di muka bumi. Setidak-tidaknya menjadi pingsan tanpa ingatan. Atau cacat seluruh anggota badan karena tergigit oleh cinta. Tertusuk oleh gigi dan taring cinta yang selalu datang dan pergi dalam setiap diri, setiap saat, setiap waktu yang mengalir  dan berdenyut di jantung manusia. (Hamdy Salad – Bercinta di Luar Kebun Binatang)