Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2010

LuFi

Meine Freundin Du kennst mich so gut Wir immer zusammen gehen Wir immer zusammen tanzen, wenn wir gl ȕ cklich sind Wir gehen zum Strand, wenn wir traurig sind Wir schreiben immer unsere Traurigkeit auf dem Sand Und dann die Woge beseitigt es Wir sind wieder gl ȕ cklich Wir tanzen wieder Du gibst mir der Rat, wenn es n ȍ tig ist Du hilfst mir immer Meine Freundin, Ich m ȍ chte gemeinsam mit dir f ȕ r immer Gedichte

Tergigit oleh Cinta

Andai cinta punya mulut dengan gigi dan taring-taring tajam seperti hewan liar di tengah hutan, barangkali saja, orang  yang sedang bercinta itu telah tiada. Mungkin juga aku, engkau dan kalian,  sudah tak berpijak lagi di muka bumi. Setidak-tidaknya menjadi pingsan tanpa ingatan. Atau cacat seluruh anggota badan karena tergigit oleh cinta. Tertusuk oleh gigi dan taring cinta yang selalu datang dan pergi dalam setiap diri, setiap saat, setiap waktu yang mengalir  dan berdenyut di jantung manusia. (Hamdy Salad – Bercinta di Luar Kebun Binatang)

Nanti

aku suka sekali duduk di sini.. ini lantai tertinggi yang pernah kutemui.. duduk dan mengayunkan kaki.. mengajak angin berenang ke sela kakiku.. berkhayal di sini.. hahaha.. tertawa gila.. andai ada yang menemaniku duduk di sini.. kunanti dan ku nanti, tapi tak pernah ada.. aku masih duduk di sini.. di sini dan masih sendiri.. aku berusaha sabar menanti.. Apa yang aku nanti? kumohon, jangan tanyakan itu padaku.... entahlah, aku tidak tahu siapa yang aku tahu, aku sudah terbiasa sendiri, dan biarkan aku sendiri.... hahaha

Believing that nothing is impossible

Tersebutlah seorang lelaki tinggal di daratan Cina bersama dua orang putranya. Rumah mereka menghadap ke timur dan tepat di depan desa mereka berdiri dua gunung besar, Taihang dan Wangwu namanya. Kedua gunung itu menghalangi cahaya matahari pagi. Setelah berpikir keras, lelaki itu bertekad bersama anak-anaknya hendak meratakan dua gunung tersebut. Setiap hari mereka mencangkul gunung itu. Para tetangganya melihat mereka bekerja, dan menggelengkan kepala sambil berkomentar, "Betapa bodohnya kalian. Mana mungkin kalian bisa memindahkan kedua gunung besar itu." Lelaki itu tersenyum dan berkata, "Bila saya kelak meninggal anak-anak saya akan meneruskan pekerjaan ini. Kedua gunung itu memang tinggi, tetapi keduanya tidak akan tumbuh lebih tinggi lagi. Tetapi KEKUATAN KAMI MASIH BISA BERTAMBAH karena cucu-cucu saya akan lahir. Dan sedikit demi sedikit kami akan mendekati tujuan kami. LEBIH BAIK MELAKUKAN SESUATU DARIPADA HANYA DUDUK MENGELUH bahwa kedua gunung itu menghal...

Antara Air Keruh dengan Bebatuan di Sungai

Wahai air keruh, tenang saja, Tak ada yang perlu dikhawatirkan.... Bebatuan yang engkau lalui itu, Akan membantumu, membeningkanmu kembali.... Perlahan.... Dan tanpa kau sadari.... Wahai air keruh, semakin banyak bebatuan yang engkau lalui, engkau pun makin bening.... Perlahan.... Dan tanpa kau sadari.... Teruslah lalui bebatuan itu, walaupun bebatuan itu menghadangmu.... terus laluilah.... tiada alasan tuk berhenti.... Perlahan.... Dan tanpa kau sadari.... kau telah mengotori bebatuan itu dalam beningnya engkau....

Boster | Curug Muncar | 27.4.2010

Ahh.. Boster.. Merindukan kalian itu ya rindu.. Ada cerita untuk diceritakan.. Ada kehangatan karena saling merangkul.. Ada tawa karena melupakan siapa sedih.. Ada gembira karena kalian.. Ahh Boster.. >.<