Tersebutlah seorang lelaki tinggal di daratan Cina bersama dua orang putranya. Rumah mereka menghadap ke timur dan tepat di depan desa mereka berdiri dua gunung besar, Taihang dan Wangwu namanya. Kedua gunung itu menghalangi cahaya matahari pagi. Setelah berpikir keras, lelaki itu bertekad bersama anak-anaknya hendak meratakan dua gunung tersebut. Setiap hari mereka mencangkul gunung itu.
Para tetangganya melihat mereka bekerja, dan menggelengkan kepala sambil berkomentar, "Betapa bodohnya kalian. Mana mungkin kalian bisa memindahkan kedua gunung besar itu."
Lelaki itu tersenyum dan berkata, "Bila saya kelak meninggal anak-anak saya akan meneruskan pekerjaan ini. Kedua gunung itu memang tinggi, tetapi keduanya tidak akan tumbuh lebih tinggi lagi. Tetapi KEKUATAN KAMI MASIH BISA BERTAMBAH karena cucu-cucu saya akan lahir. Dan sedikit demi sedikit kami akan mendekati tujuan kami. LEBIH BAIK MELAKUKAN SESUATU DARIPADA HANYA DUDUK MENGELUH bahwa kedua gunung itu menghalangi cahaya matahari."
Dengan tekad demikian mereka terus bekerja keras menggempur kedua gunung yang tinggi itu. Mereka ingin menikmati cahaya matahari memancar ke dalam rumah dan halaman meretka, yang akan menyuburkan lahan dan memberikan panen. Mereka bekerja keras penuh semangat sehingga tubuh dan jiwa mereka semakin sehat dan kuat.
Konon, para dewa tergerak melihat tekad mereka yang luar biasa lalu mengirimkan dua asisten dewa untuk memindahkan Taihung dan Wangwu.
[Kisah di atas diambil dari Build to Last (Collin and Porras,1997)]
Para tetangganya melihat mereka bekerja, dan menggelengkan kepala sambil berkomentar, "Betapa bodohnya kalian. Mana mungkin kalian bisa memindahkan kedua gunung besar itu."
Lelaki itu tersenyum dan berkata, "Bila saya kelak meninggal anak-anak saya akan meneruskan pekerjaan ini. Kedua gunung itu memang tinggi, tetapi keduanya tidak akan tumbuh lebih tinggi lagi. Tetapi KEKUATAN KAMI MASIH BISA BERTAMBAH karena cucu-cucu saya akan lahir. Dan sedikit demi sedikit kami akan mendekati tujuan kami. LEBIH BAIK MELAKUKAN SESUATU DARIPADA HANYA DUDUK MENGELUH bahwa kedua gunung itu menghalangi cahaya matahari."
Dengan tekad demikian mereka terus bekerja keras menggempur kedua gunung yang tinggi itu. Mereka ingin menikmati cahaya matahari memancar ke dalam rumah dan halaman meretka, yang akan menyuburkan lahan dan memberikan panen. Mereka bekerja keras penuh semangat sehingga tubuh dan jiwa mereka semakin sehat dan kuat.
Konon, para dewa tergerak melihat tekad mereka yang luar biasa lalu mengirimkan dua asisten dewa untuk memindahkan Taihung dan Wangwu.
[Kisah di atas diambil dari Build to Last (Collin and Porras,1997)]
Komentar