“Konsep
dan Tujuan Manajemen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan”
A.
MANAJEMEN PENDIDIKAN
1.
Manajemen dan Manajemen Pendidikan
Menurut Oey
Liang Lee dalam buku Dasar-Dasar Manajemen (Manullang), Manajemen adalah seni
dan ilmu perencanaan, pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan
sumber daya untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Namun bila kita
mempelajari literatur manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen
mengandung tiga pengertian, yaitu pertama, manajemen sebagai suatu proses,
kedua, manajemen sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas
manajemen dan, ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu
ilmu.
Manajemen
disebut sebagai seni karena ia juga merupakan suatu usaha dalam mencapai tujuan
dengan menonjol keahlian, artinya memegang manajemen dengan memperhitungkan
strategi bagaimana usaha untuk melakukan sesuatu Sedangkan manajemen disebut sebagai
ilmu karena manajemen sebagai ilmu yang menelaah tentang tujuan manusia dalam
rangka mencapai tingkat kehidupan yang lebih layak. Jadi manajemen dikatakan
sebagai ilmu pengetahuan karena ia memberikan pelajaran kepada kita untuk
“mengetahui sesuatu”, sedangkan sebagai seni mengajarkan kepada kita tentang
bagaimana “melakukan sesuatu”.
Manajemen
pendidikan, dalam definisinya dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu
mengelola sumber daya pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses
pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya
untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian,
kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya,
masyarakat, bangsa, dan negara.
2.
Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
Sebagai proses
dan fungsi manajemen, berikut substansi yang menjadi garapan manajemen
pendidikan:
1)
Perencanaan
2)
Pengorganisasian
3)
Pengarahan (motivasi, kepemimpinan,
pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi, dan negosiasi, serta
pengembangan organisasi)
4)
Pengendalian meliputi pemantauan
(monitoring), penilaian, dan pelaporan.
3.
Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan dan
manfaat manajemen pendidikan antara lain:
1)
Terwujudnya suasana belajar dan proses
pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)
2)
Terciptanya peserta didik yang aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
3)
Terpenuhinya salah satu dari empat
kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tertunjangnya kompetensi
profesionalsebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai manajer)
4)
Tercapainya tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien
5)
Terbekalinya tenaga kependidikan dengan
teori tentang proses dan tugas administrasi kependidikan (tertunjangnya profesi
sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6)
Teratasinya masalah mutu pendidikan
B.
ADMINISTRASI PENDIDIKAN
1.
Perbedaan Administrasi dengan Manajemen
Dalam Bahasa
Inggris, kata administration dan management digunakan dalan konteks dengan
beberapa variasi pengertian. Namun, dalam beberapa konteks keduanya mempunyai
persamaan arti dengan kandungan makna to control yang artinya mengatur dan
mengurus. Sebagai ahli, berpendapat bahwa administrasi sama artinya dengan
manajemen seperti yang dinyatakan Sutisna (1987) bahwa dalam pemakaiannya
secara umum administrasi diartikan sama dengan manajemen dan administrator sama
dengan manajer. Namun, sebagian ahli lainnya berpendapat bahwa administrasi
berbeda dengan manajemen seperti yang dikemukakan Sutisna (1987) bahwa di
bidang pendidikan, pemerintahan, rumah sakit, dan kemiliteran orang umumnya
memakai istilah administrasi, sedangkan di bidang industri dan perusahaan
digunakan istilah manajemen dan manajer. Jadi, administrasi lebih cocok
digunakan untuk lembaga-lembaga pemerintah yang bersifat lebih mengutamakan
kepentingan sosial sehingga pelaksanaannya disebut administrator, sedangkan
manajemen lebh cocok untuk lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih
mengutamakan kepentingan komersial sehingga pemimpinnya disebut manajer. Pada
bidang pendidikan, orang yang mempunyai kewenangan struktural yang terletak
pada garis otororitas, dimulai dari kepala sekolah, wakil kepala sekolah, dan
seterusnya disebut administrator. Pada bidang bisnis, terminologi bisnis
dikenakan pada mereka yang bertanggung jawab terhadap urusan-urusan yang
berkaitan dengan bisnis (perdagangan). Perbedaannya terletak pada penugasan dan
penetapan jabatan yang berkaitan dengan urusan.
2.
Pengertian Administrasi Pendidikan
Secara sederhana
dan mudah, dapat dikatakan: “Administarsi pendidikan adalah suatu ilmu tentang
penyelenggaraan pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di
sekolah itu.”Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan pengawasan dan
pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan
sekolah.Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut
ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi.
a)
Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi
pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha
kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan
sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga
pendidikan formal.
b)
Pendapat lain yang dikemukakan adalah
batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu
yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber
belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimaldan
penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai
tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi
pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu
efektif dan efisien.
c)
Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi
pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu,
baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian
tujuan pendidikan.
Dari beberapa
batasan di atas dapat disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah
tindakan mengkoordinasikan perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya
yang ada dapat ditata sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai
secara produktif.
3.
Tujuan Administrasi Pendidikan
Adapun tugas
administrasi, tepatnya administrasi pendidikan, mengupayakan agar tujuan
pendidikan dapat tercapai. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi
sehubungan dengan tujuan pendidikan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
1)
Berusaha agar tujuan pendidikan tampil
secara formal dengan jalan merumuskan,menyeleksi,menjabarkan dan menetapkan
tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi
pendidikan yang bersangkutan secara formal.
2)
Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan
tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga, sehingga tujuan pendidikan
tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga.
3)
Memilih,menyeleksi,menjabarkan dan
menetapkan proses berupa tindakan,kegiatan,dan pola kerja yang diperhitungkan
dapat memberi hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Berkaitan
dengan hal ini,perlu jugadiusahakan agar proses untuk mencapai tujuan
nonpendidikan tidak telalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan
pendidikan.
4)
Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan
dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan
pada setiap tahap proses sistem. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan
kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan
serta interaksinya, dan hukum-hukum untuk mewujutkan kesempurnaan,kebaikan
serta kebahagiaan seperti yang diberikan Allah.
5)
Menilai hasil yang telah dicapai dan
proses yang sedang atau telah belaku,mengupayakan agar informasi tentang hasil
dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil
selanjutnya.
Unsur lain yang
penting dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat
dengan administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Pendidikan adalah upaya
manusia demi manusia itu sendiri. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang
mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa
koordinasi pengaturan kerja, penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses
dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Dan itulah merupakan tugas dan
kewajiban adminstrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai
individu, anggota masyarakat, dan abdi Allah.
Abdulsyani,
1987. Manajemen Organisasi. Jakarta:
PT. Bina Aksara
Daryanto, 2008. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Manullang, 2006.
Dasar- Dasar Manajemen. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Soepardi, Imam,
1988. Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Terry, George,
dan Lesli W. Rue, 1991. Dasar-Dasar
Manajemen. Jakarta: Bumi Aksara
Usman, Husaini,
2006. Manajemen Teori, Praktik, dan Riset
Pendidikan. Jakarta: PT. BumiAksara.
Komentar