Langsung ke konten utama

Cooperative Learning

Cooperative Learning

   A.      Pengertian Cooperative Learning
Cooperative Learning (Pembelajaran Kooperatif) adalah salah satu bentuk pembelajaran yang berdasarkan faham konstruktivis. Menurut Slavin (1985), Pembelajaran Kooperatif adalah suatu model pembelajaran dimana siswa belajar dan bekerja dalam kelompok-kelompok kecil secara kolaboratif yang anggotanya 4-6 orang dengan struktur kelompok heterogen. Sedangkan Sunal dan Hans (2000) mengemukakan pembelajaran kooperatif merupakan suatu cara pendekatan atau serangkaian strategi yang khusus dirancang untuk memberi dorongan kepada peserta didik agar bekerja sama selama proses pembelajaran. Selanjutnya Stahl (1994) menyatakan pembelajaran kooperatif dapat meningkatkan belajar siswa lebih baik dan meningkatkan sikap tolong-menolong dalam perilaku sosial.

   B.      Tujuan Cooperative Learning
Tujuan utama dalam penerapan model pembelajaran kooperatif adalah agar peserta didik dapat belajar secara berkelompok bersama teman-temannya dengan cara saling menghargai pendapat dan memberikan kesempatan kepada orang lain untuk mengemukakan gagasannya dengan menyampaikan pendapat mereka secara berkelompok.

   C.      Ciri-Ciri Cooperative Learning
Beberapa ciri Cooperative Learning adalah:
a.      Setiap anggota memiliki peran
b.      Terjadi hubungan interaksi langsung diantara siswa
c.       Setiap anggota kelompok bertanggungjawab atas belajarnya dan juga teman-teman sekelompoknya
d.      Guru membantu mengembangkan keterampilan-keterampilan interpersonal kelompok
e.      Guru hanya berinteraksi dengan kelompok saat diperlukan

   D.     Perbedaan Pembelajaran Kooperatif dengan Kerja Kelompok
Bennet (1995) menyatakan ada lima unsur dasar yang dapat membedakan pembelajaran kooperatif dengan kerja kelompok, yaitu:
1.      Positive Interdepedence
Adanya perasaan diantara anggota kelompok dimana keberhasilan seseorang merupakan keberhasilan yang lain pula atau sebaliknya (hubungan timbal balik).
2.      Interaction Face to Face
Interaksi yang langsung terjadi antar siswa tanpa adanya perantara.
3.      Adanya tanggung jawab pribadi mengenai materi pelajaran dalam anggota kelompok
4.      Membutuhkan keluwesan
Yaitu menciptakan hubungan antar pribadi, mengembangkan kemampuan kelompok, dan memelihara hubungan kerja yang efektif.
5.  Meningkatkan keterampilan bekerja sama dalam memecahkan masalah (proses kelompok)
Yaitu tujuan terpenting yang diharapkan dapat dicapai dalam pembelajaran kooperatif adalah siswa belajar keterampilan bekerjasama dan berhubungan ini adalah keterampilan yang penting dan sangat diperlukan di masyarakat.

   E.      Macam-Macam Teknik Cooperative Learning
Dalam Cooperative Learning, terdapat beberapa teknik yang dapat digunakan dalam proses belajar-mengajar di kelas (Lie, 2000), yaitu:
1.      Teknik Mencari Pasangan
2.      Bertukar Pasangan
3.      Berpikir Berpasangan Berempat
4.      Berkirim Salam dan Soal
5.      Kepala Bernomor
6.      Kepala Bernomor Terstruktur
7.      Dua Tinggal Dua Tamu
8.      Keliling Kelompok
9.      Kancing Gemerincing
10.  Keliling Kelas
11.  Lingkaran Kecil-Lingkaran Besar
12.  Tari Bambu
13.  Bercerita Berpasangan


Sumber :
Isjohni. 2009.  Pembelajaran Kooperatif. Yogyakarta: Pustaka Pelajar.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

PEMBAHASAN Pendahuluan Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan A.     Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Dalam beberapa kegiatan sehari-hari, kita jelas-jelas mengadakan pengukuran dan penilaian.             Dari dua kalimat di atas kita sudah menemui tiga buah istilah, yaitu evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Sementara orang memang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu pengertian yang sama sehingga dalam penggunaannya hanya tergantung dari kata mana yang siap untuk diucapkannya dan sementara orang yang lainnya membedakan ketiga istilah tersebut.             Dan untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya, dapat dipahami melalui contoh-contoh di bawah ini: a.       Apa...

Rinduku Lumpuh

gak nyangka, ditengah kumemikirkan bagaimana menjawab soal-soal matematika adekku malam ini..  1 2 3 4 5 6 7 mereka berbondong-bondong smsin aku, "Mb uci, nyebelin! Tp ngangenin... #sayang mb uci..^^" Yaelah.. idenya siapa ini, menggemaskan :') aku gak ngerti kudu kujawab apa, tapi gak njawab juga jawaban bukan? *maksa, haha aku juga sayang kalian :-) rindu kalian,. tapi, aku.. layaknya rembulan di malam lebaran.. itu yang kurasakan.. maaf sinarku dikekang begitu kuatnya.. dan rinduku lumpuh di langit.. aku sakit di sini. .:BMW Al Huda:.

,,bin ich hübsch?”

Das R ä tsel Ich bin ein wichtiges Ding. Ich werde von jedem Menschen jeden Tag gebraucht, Obwohl meine Gestalt ist schlicht. Ich habe verschidene Form; Viereck, Dreieck, rund, oval, usw. Morgens Menschen suchen mich. Sie erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst. Alle Frauen mag mich betrachten. Sie bringen mich ü berallhin. Alle Frauen auch erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst, ,,bin ich h ü bsch?” Wer bin ich?