Notulensi Waminar WAGrup KMHM
"YUK, CEGAH STUNTING SEJAK DINI"
dr. Siti Habsyah Masri, M.Ked (Ped), Sp.A., CIMI
ππππππππππ
1⃣Assalamualaikum
Sy Dwi dr Sidoarjo
Anak saya skrang 5 bulan, BB lahir 2650 gr dan panjang 48 cm, asix, usia hampir 5 bulan ini belum bisa tengkurep
Ketika 4 bulan kemarin,
TB 60cm
BB 6 kg
LK 40cm
Di aplikasi primaku tergolong "sangat pendek"
Pertanyaan saya :
1. Apakah anak saya stunting?
2. Kapan anak bisa d vonis stunting?
3. Apakah stunting mempengaruhi tumbuh kembang anak? Soalnya galau usia 5 bulan belum tengkurep
4. Bagaimana cara membaca kurva who pada halaman 54?
ππππππ
Dear Bunda Dwi dr Sidoarjo,
Terima kasih atas pertanyaannya
Bayi bunda laki-laki atau perempuan ya? Karena kurva pertumbuhan WHO untuk anak laki-laki dengan perempuan berbeda. Telah saya share sebelumnya diatas kurva untuk anak laki-laki dan perempuan ya....
Bunda juga bisa cek pertumbuhan Sang Kesayangan melalui aplikasi Primaku dari IDAI, bisa didonlot dan dievaluasi rutin setiap bulan untuk evaluasi berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Bahasanya juga sangat sederhana sehingga mudah dimengerti.
Jawaban pertanyaan :
1. Ya, berdasarkan aplikasi Primaku yang memang sudah disesuaikan dengan kurva pertumbuhan WHO
2. Stunting atau perawakan pendek berdasarkan umur adalah tinggi/ panjang badan yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO.
3. Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak, namun juga berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Selain itu, anak yang mengalami stunting akan punya riwayat kesehatan yang kurang baik karena daya tahan tubuhnya juga buruk. Dan stunting bisa menurun (degenerative) ke generasi berikutnya. Coba rutin dilakukan tummy time ya, silahkan konsultasi ke dokter spesialis anak terdekat untuk evaluasi tumbuh kembang Sang Kesayangan ya
4. Diplotkan lalu dicari titik pertemuannya. Dikatakan normal jika diantara +2 Standar deviasi dan -2 standar deviasi (antara garis merah dengan garis merah)
ππππππππππ
2⃣Saya Hafida - Surabaya.
pertanyaan saya :
1. apakah anak yg sudah dilakukan tes TSHS di hari ke 4 dan hasilnya baik "menjamin" kalau nanti pertumbuhan ya tidak mengalami stunting?
2. apakah bayi yg kurang tidur (tidur larut malam) bs mengalami stunting?
3. apakah stunting bisa dipengaruhi oleh gentika? jika memang bisa dipengaruhi genetika, bgmn membedakan anak yg stunting krn krg nutrisi dg yg dipengaruhi genetika?
4. bagaimana mencukupi nutrisi makan anak agar kecukupan nutrisi tidak menyebabkan stunting?
5. apakah anak yg sering diberi makanan pabrikan akan membuat anak mjd susah makan ketika nanti sdh dpt makan makanan keluarga?
6. apakah penambahan gula atau garam pada mpasi utk anak 6 bln tidak diperbolehkan?
Terima kasih
ππππππππ
Dear Bunda Hafida dari Surabaya,
Terima kasih atas pertanyaannya
Jawaban :
1. Kepastian hanya milik Allah SWT, sebagai Smart Parents kita tetap berikhtiar maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tetap semangat melakukan tips sesuai materi saya yang telah diberikan sebelumnya, anjuran Dokter Anak tempat konsultasi Bunda, evaluasi dan lakukan kontrol rutin ya bunda
2. Banyak faktor bunda salah satunya kurang istirahat juga (kembali kita liat slide hal 18 ya....)
3. Perawakan pendek karena faktor genetika dikatakan Short stature bukan stunting. Bisa dibedakan dengan menyingkirkan faktor malnutrisi dan penyakit infeksi ya bunda
4. Dengan pemberian makanan memenuhi menu 4* ya dan memperhatikan standar emas makanan bayi (slide 29)
5. Bayi suka dengan makanan lezat maka berikanlah makanan yang mengandung sedikit bumbu dapur, sedikit gula-garam dan minyak (jurnal WHO, UKK Nutrisi dan Metabolik, IDAI 2015). Usahakan membuat menu makanan sendiri tanpa mengandung bahan penyedap rasa, pengawet dan hindari makanan pabrikan
6. Boleh
ππππππππππ
3⃣Saya rida dr batam
Pertanyaannya Apa patokan untuk membedakan anak stunting dengan anak dg status gizi buruk?
ππππππ
Anak gizi buruk dengan klinis yang khas speerti sela iga terlihat jelas, ada baggy pants dan muka terlihat tua, dari kurva pertumbuhan WHO (berat badan menurut tinggi badan) juga dibawah minus 3. Klo stunting ada pengertiannya di slide saya ya bun.
πππππππππ
4⃣Rizky Maya Sari /
Dok setelah di plot kan di kurva ternyata titik nya di plus 2 atas, nah ini maksdnya gmn ya dok?
Dok, ketika bayi berusia 10 bulan ya, itu berapa persen kirakira kebutuhan asi untuk bayi nya, soalnya saya lagi hamil, kebetulan asi saya juga mulai seret, apa kah dengan prmberian makan utama 4 kali 3 kali cemilan tercukupi kalori dan gizi yang di butuhkan ? Apakah pemberian makanan di malam hari berbahaya untuk bayi?
Terimaksh dokter,
πππππππ
Dear bunda Rizky, pada dasarnya saat usia sang kesayangan sudah memasuki 6 bulan maka diperlukan pemberian MPASI karena kecukupan nutrisi dari ASI saja tidak cukup sehingga diperlukan pendamping. saat hamil, bunda tetap bisa menyusui sang kesayangan ya...dengan makan besar 3-4kali dan selingan 2-3x dengan memenuhi persyaratan menu 4*
tetap semangat ya bun
ππππππππππ
5⃣Ria Mahardika /
Yang saya tahu, penting bagi anak utk dapat asupan gizi yang cukup hanya sampai 2tahun (benarkah?).(lupa sumbernya) Lebih dari usia itu makanan yang dimakan anak bisa dikatakan tidak terlalu berarti utk tumbang kehidupan selanjutnya.
1.Pertanyaannya, bagaimana cara mengejar jika kondisinya setelah anak dua tahun, anak mengalami ADB, dan stunting?
2. Bagaimana cara membedakan anak yang benar2 stunting dan anak yang keturunan genetik orangtuanya berpostur tubuh pendek?
πππππππ
pertanyaan bunda Ria Mahardika,
Dampak stunting tidak dapat diperbaiki namun bisa dikejar (catch up).
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa catch up pada anak-anak stunted berusia 5 tahun tidak ada perubahan (tidak bisa diperbaiki) namun pada usia 2 tahun menunjukkan hasil kognitif yang sama dengan anak tidak stunting dan ada juga kognitifnya tetap di bawah anak tidak stunting.
pencegahan sedini mungkin lebih baik ya bun
Jika anak mengalami ADB, maka diperlukan pemeriksaan cek profil besi terlebih dahulu sebelum memulai terapi karena akan berbeda terapinya. sebaiknya konsul ke DSA terdekat ya untuk terapinya yang disesuaikan dengan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratoriumnya
ππππππππππ
6⃣Assalamualaykum,
Sebelumnya terima kasih atas kesempatannya..
Saya Ummu Abdurrahman / Batam
Pertanyaan saya :
Apakah stunting bisa bersifat menurun ? Misalnya, jika orang tuanya stunting, apakah si anak memiliki kecenderungan untuk stunting juga ?; Dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anaknya kelak ?
Terima kasih
πππππππ
dear bunda Ummu Rahman, pertanyaannya sama dengan bunda sebelumnya, sudah saya jawab ya dan ada di materi juga
salam sayang buat sang kesayangan
ππππππππππ
7⃣Putri/pamekasan/
Anak sy perempuan usia 10m9d bb 7kg(berada digaris hijau paling bawah)
pertanyaan :
1. Tablet(yg mengandung zat besi/asam folat/multivitamin) apa yg direkomendasikan dr. Icha untuk ibu menyusui agar anak tdk mengalami stunting n bs mengejar bb yg dibilang kurang optimal?
2. Olahraga/kegiatan apa aja yg bs diajarkan anak dibawah 2 thn agar mencegah stunting?
πππππππ
Bunda Putri Pamekasan
Tablet(yg mengandung zat besi/asam folat/multivitamin) apa yg direkomendasikan dr. Icha untuk ibu menyusui agar anak tdk mengalami stunting n bs mengejar bb yg dibilang kurang optimal?
Heheheheh... saya ndak jualan tablet ya bun, sebaiknya ketemuan dulu untuk menilai gejala klinis, hasil plotan dari kurva pertumbuhan WHO yang mengarah ke stunting dan status nutrisi
2. Olahraga/kegiatan apa aja yg bs diajarkan anak dibawah 2 thn agar mencegah stunting
Apa saja boleh yang penting anak nyaman, hamppy dan tidak terlalu memforsirkan tenaganya yang bisa membuat anak mengalami kelelahan luar biasa
ππππππππππ
8⃣Listya/jakarta
Bagaimana ya cara agar nutrisi anak seimbang bagi anak yang pilih2 makanan (misal hanya mau bakso/ makan sedikit)? sedangkan anak saya 14 bulan 8.9kg / 80cm
Tergolong kurang kah dok?
Oh iya, anak saya ubun2 nya masih belum tertutup dok di usia ini bahaya atau tidak ya?
Terima kasih atas kesempatan nya ππ»
πππππππ
Bagaimana ya cara agar nutrisi anak seimbang bagi anak yang pilih2 makanan (misal hanya mau bakso/ makan sedikit)? sedangkan anak saya 14 bulan 8.9kg / 80cm
Pilih menu yang bervariasi yang tergolong 4* ya bun, bunda perlu memperhatikan agar suasana makan juga menyenangkan dan tidak monoton
Oh iya, anak saya ubun2 nya masih belum tertutup dok di usia ini bahaya atau tidak ya?usia kurang dari 18 bulanmasih tergolong normal bun
ππππππππππ
9⃣ Yanti/ surabaya
Saya mau tanya:
1. Anak saya didiagnosa stunting dengan kondisi severe dermatitis alergi dengan banyak pantangan makan, saat ini sedang menjalani imunoterapi
bagaimana cara unk catch up nutrisi dan BB selain makanan masih terbatas, kondisi saat ini anak juga picky Eater
2. Anak kedua usia 5 bulan saat ini full asi tapi Saya eping karena anak bingung puting, minum insyaallah sdh banyak, tapi kenaikan BB tidak sesuai dengan berat minimal yang tertera di KMS tetapi masih di kurva hijau, mohon masukannya dokter
ππππππππ
Bunda Yanti, Surabaya
1. Anak saya didiagnosa stunting dengan kondisi severe dermatitis alergi dengan banyak pantangan makan, saat ini sedang menjalani imunoterapi
bagaimana cara unk catch up nutrisi dan BB selain makanan masih terbatas, kondisi saat ini anak juga picky Eater.
- Coba untuk mengolah bahan makanan rumahan yang minim alergi sesegera mungkin (jadi tidak dalam kulkas dalam waktu yang lama)
- Variasi makanan
- Suasana makan yang menyenangkan
- Olah raga rutin juga bisa meningkatkan nafsu makan anak ya bun...
- Bujuk anak agar makan dengan porsi sedikit namun frekuensi yang sering
2. Anak kedua usia 5 bulan saat ini full asi tapi Saya eping karena anak bingung puting, minum insyaallah sdh banyak, tapi kenaikan BB tidak sesuai dengan berat minimal yang tertera di KMS tetapi masih di kurva hijau, mohon masukannya dokter
Relaktasi metode Praborini agar bisa meninggalkan dunia eping bun...
Konsultasi kepada dokter anak/ dokter laktasi terhadap pemberian MPASI dini dibawah pengawasan ketat
ππππππππππ
10⃣Sy ummu shafiyyah dr dumai riau
Bagaimana mengatasi anak yg memiliki kelainan jantung bawaan agar berat badannya naik optimal, skrng umur 1 tahun bb 7kg lahir bb nya 3,6 ketahuan kjb umur 7 bulan tipe vsd 3,4mm, bb stuck dr umur 7 bulan padahal makan sudah 3x sehari terus dikasi cemilan dan susu tinggi kalori seperti infantrini, bayi full asi dr lahir. Sudah konsul ke dr spA bagian jantung katanya perbaiki pola makan, itu sudah sy lakukan tpi kenaikan bb belom ada kemajuan, dan tumbangnya sedikit terlambat, mau setaun belom jalan baru berdiri2 berpegangan,belom merangkak, baru merayap dan sudah bisa melaksanakan intruksi misal tolong nak ambil buku, dia akan merayap maju meraihnya, merayapnya agak loncat gtu ngangkat pantat ga narik perut, akhir oktober akan dilakukan echo yg kedua, bagaimana ya dok, anak masih aktif ceria, cuma kasian liatnya kurus, makannya pun hanya bisa masuk sedikit ga bisa banyak, jdi sya kasi sedikit tp sering, kebanyakan muntah, terkait bb sulit naik, apakah sy juga perlu konsul ke dr gizi dan masalah tumbangnya konsul ke dr tumbang?
πππππππ
Jika asupan nutrisi yang diberikan sudah optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu kontrol untuk menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang menghambat kenaikan berat badan seperti TB atau infeksi salurankemih dan sebagainya. Karena proses infeksi dapat menyebabkan terhambatnya kenaikan berat bdan secara optimal
Tetap semangat ya bun.
Saat Sang Kesayangan kita mengalami kenaikan berat bdan yang tidak optimal maka dapat menyebabkan pengaruh buruk terhdap tinggi badannya. Kompensasi tubuh agar anak tidak tampak kurus dengan cara terhambatnya kenaikan tinggi badan sehingga anak akan terlihat lebih pendek. Kondisi inilah yang dinamakan stunting. Stunting ini sulit sekali untuk diperbaiki, sehingga “Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati”.
ππππππππππ
1⃣Amalia - Chapter Mojokerto
1. Apakah pemberian mpasi dg tekstur yg tdk sesuai usianya bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan anak kurang dr KBM dok? misal anak saya usia 10m28d masih makan bubur saring.
2. Anak saya jika diberi makan nasi lumat (dipenyet2 dimangkoknya) hanya bisa makan sedikit dok, selanjutnya dia menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah jadi saya stop makannya dari pd yg sudah masuk dikeluarkan lagi. bagaimana solusi utk anak saya yg blm bisa makan nasi tim/nasi lumat tsb? Dilatih terus dg konsekuensi anak muntah lalu tdk mau lanjut makan atau diberi bubur saring saja asal komposisi 4* lengkap? dia sudah menunjukkan ketertarikan dg menu makanan orang dewasa, saat saya makan dia selalu pengen ikut disuapi
πππππππ
Dear Bunda Amalia di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Bisa bunda. Pada awal pemberian MPASI, mulailah dengan makanan lumat dengan konsistensi halus/saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap. Semangkuk bubur yang encer akan mengandung kalori dan zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan semangkuk bubur kental untuk volume yang sama.Tekstur makanan dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga.
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
2. Bila Sang Kesayangan menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah, menutup mulut, tidak mau membuka mulut sama sekali, menolak sendok, mendorong sendok, menyembur-nyemburkan dan melepeh-lepeh makanannya bukan berarti dia tidak mau atau tidak suka dengan makanannya yaa bun..
Kondisi bayi begitu karena sedang dalam proses *belajar* makan apalagi selama 6 bulan sebelumnya bayi hanya kenal makanan cair berupa ASI yang mudah ditelan dan tidak perlu dikunyah.
Saat pemberian MPASI yang baik dalam bentuk lumat (bertektur, berampas dengan kondisi tidak tumpah saat sendok dimiringkan dan bisa dijumput dengan tangan) membuat bayi membutuhkan waktu untuk belajar cara menangani dan menelan tekstur makanan dari cair ke padat. Apalagi saat Sang Kesayang berusia 0 – 6 bulan, saat itu bayi memiliki tongue-extrusion reflex yang akan mendorong benda padat memasuki mulutnya. Refleks tongue-extrusion ini akan menghilang saat usia 6 bulan sehingga bayi butuh waktu untuk beradaptasi mengolah makanan yang lebih padat dari bentuk cair sperti ASI
Tips agar bayi menyukai aktifitas makan :
• Suapi bayi, beri makan dengan sabar dan penuh perhatian. Ajak serta beri semangat untuk mau makan namun jangan memaksanya. Bayi suka melihat ekspresi Bunda yang selalu tersenyum, menunjukkan ekspresi dan mimik bersemangat dalam menyuapinya makan. Tetap semangat ya bun...
• Jika masih menolak makan, maka Bunda perlu lebih mempertimbangkan agar pemberian MPASI lebih bervariasi, mengganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan. Buat suasana makan yang menyenangkan dan dapat membuat bayi happy. Kita aja sebagai orang dewasa juga akan menyukai suasana makan yang menyenangkan, rame-rame bersama keluarga/teman daripada makan sendirian ya kan bun?
• Minimalisasi gangguan saat makan jika bayi termasuk tipe yang mudah teralihkan perhatiannya sehingga membuat nafsu makannya menjadi berkurang.
• Waktu makan merupakan waktu untuk bayi belajar makan juga waktu untuk keluarga mencurahkan cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak bayi untuk berinteraksi dengan penuh kehangatan.
• Tidak perlu sedih jika suapan pertama berakhir disembur, dilepeh, dimainkan di tangan dan mengotori tempat makan sekitarnya. Tidak jarang bayi pun ingin berpartisipasi mengaduk bahkan belepotan makan sendiri. Ini hal biasa. Semua bayi di seluruh dunia memang seperti ini. Dia sedang belajar mengeksplorasi supaya makin pintar. Bunda tidak perlu marah dan menyerah. Solusinya dengan memberikan porsi makanan ekstra sehingga kebutuhan asupannya terpenuhi. Beri ia kesempatan jika ia ingn mencoba makanan yang ada di piring bunda, tentunya dengan menyesuaikan tekstur sesuai usianya sebelum menyuapinya ya bun....
• Semangat dan sabar....
• Semangat dan sabar...
• Semangat dan sabar
• Dan seterusnya....
ππππππππππ
2⃣Dita-SDA,
Halo dokter trimakasi atas waktunya, sy punya baby girl saat ini usia 10m+ , 7 kg , unt panjang badan sy belom ngukur, terakhir 67an,
Pertanyaannya
jika diliat dr aplikasi primaku untuk tinggi badan dia pendek tp untuk lingkar kepala dan bb termasuk normal, apa ini bisa disebut stunting dok ? Mengingat bb dan LK normal..
2. Kita semua tau bahwa asi adalah cairan yg bagus sampai 2 thn..namun kondisi anak sy yg lagi “stunted” ini sy jadi khawatir untuk tidak memberikan susu tambahan, disisi lain sy ingin asi full 2 tahun, tp melihat kondisi anak sy begitu apakah sy egois untuk full asi ? Ato mengikuti saran dokter agar diberikan susu tambahan ? Trims
πππππππ
Dear Bunda Dita di SDA (btw SDA tu dimana ya?)
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Ya, stunting. Karena stunting (perawakan pendek) adalah tinggi/ panjang badan berdasarkan umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO. Jadi bisa saja berat badannya normal, status nutrisi/ gizi baik namun Sang Kesayangan mengalami stunting. Karena kurva untuk menilai stunting yang dipakai adalah kurva tinggi/ panjang badan berdasarkan umur, bukan kurva penilaian berat badan atau lingkar kepala (Semua kurva sudah saya share sebelumnya di grup. Ada kurva lingkar kepala, berat badan menurut panjang badan, berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur untuk kategori anak laki-laki dan perempuan). Klo bingung memplotkannya, bunda bisa mengukur dan mengevaluasi dengan memakai aplikasi Primaku dari IDAI ya...
Silahkan diinstal dan dievaluasi setiap bulannya lalu konsultasi ke Dokter Spesialis Anak jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ya..
2. Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu saat hamil, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Namun sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh kekurangan nutrisi terutama pada saat masa emas tumbuh-kembang anak.
Mohon maaf klo saya salah tafsir, maksud bunda memberikan full ASI saja tanpa didampingi MPASI mulai usia 6 bulan?
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
Jika bunda telah memberikan Sang Kesayangan asupan nutrisi yang optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu berkonsultasi ke Dokter Anak terdekat untuk menyingkirkan kemungkinan adanya silent infeksi atau alergi pada anak ya bun...
Tetap semangat ya bun
ππππππππππ
3⃣Yanti - Surabaya
Maaf saya mau tanya, dokter saya memang sering menyimpan makanan dlm freezer karena menu yang sering dimakan sama (daging2an) apakah menyimpan makanan dapat mengurangi nutrisi secara signifikan?
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
πππππππ
Dear bunda Yanti di Surabaya
Terima kasih atas pertanyaannya
Pada prinsipnya semakin lama bahan pangan dimasak maka kandungan gizinya akan semakin berkurang. Anjuran WHO mengatakan agar menyiapkan jenis MPASI yang tidak membutuhkan waktu lama sejak pengambilannya (dari kebun/pasar) hingga siap untuk diberikan kepada bayi.
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
Dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC adalah dokter anak sekaligus Konsultan Laktasi Internasional (IBCLC) yang telah menemukan metode relaktasi Praborini dan penemuan ilmiah beliau telah mempunyai hak paten dan telah terdaftar di Kemenkumham. Beliau juga diundang menjadi pembicara baik didalam atau luar negeri untuk mempublikasikan metode relaktasi penemuan beliau sehingga diharapkan terjadi peningkatan cakupan keberhasilan menyusui langsung (direct breastfeeding) bukan eksklusif pumping di dunia khususnya di Indonesia
Dr.Asti sependek pengetahuan saya praktek di RS Kemang Medical Care Jakarta, RS Puri Cinere, RS Permata Depok, RS Permata Bekasi dsb (gak hafal juga...)
Boleh gugling praborinilactationteam.com ya bun....
Semakin banyak Konselor Menyusui (KM) dan tenaga kesehatan yang sadar tentang adanya Tongue Tie dan Lip Tie yang berpotensi membuat ibu gagal menyusui dan bayi gagal menyusu padahal sudah dilakukan upaya memposisikan dan melekatkan (poskat) sedemikian rupa malah kadang sudah mendatangi beberapa KM untuk konseling dan masalah tidak kunjung selesai... (ujung2nya bahkan terkadang diberi dot, ASI mengering, bayi gagal tumbuh dan diberi susu formula)... belum lagi ketika mengalami puting lecet, payudara bengkak, mastitis bahkan abses payudara... Hal ini menjadi drama yg sangat menyakitkan... padahal *Menyusui Tidak Boleh Sakit* (kecuali di bagian perut karena oksitosin yg menyebabkan kontraksi rahim)
Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi upaya yang sangat membantu...
Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya...
Mari kita bantu memberikan hak bayi mendapatkan ASI. Karena waktu tak akan pernah kembali... Salam Menyusui!!!
Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)
1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC)
2. Dr. Ira R, IBCLC (RS. Meilia Cibubur)
3. Dr. Anjar Setiani, SpA (RSIA KMC, RS Syarif Hidayatullah UIN Ciputat, Flamboyan Medika Kebayoran Lama)
4. Dr. Kadek Suarca, SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)
5. Dr. Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)
6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali)
7. Dr. Dery Ade Hapsari (RSIA KMC)
8. Dr. Ika Ayu Paramita (Puskesmas Beji)
9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)
10. Dr. Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)
11. Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC (RSIA KMC)
12. Dr. Siti Habsyah Masri, M.Ked(Ped), Sp.A, CIMI (Klinik Laktasi RS Advent Medan, Lactation Centre RSUD Teuku Umar Aceh Jaya)
13. DR. Dr. Dian Yudianita Kesuma, SpAK (Palembang)
14. Dr. Made Tirtha Yasa, SpA (RSI BONTANG )
15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (Mayapada Hospital Jakarta Selatan)
16. Dr. Yudith Angeline, IBCLC (RSIA KMC & RS COLUMBIA ASIA Pulomas)
17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)
18. Dr. Viranda PM (RS Permata Depok)
19. Dr. Marini Sartika Dewi SpA MSi.Med (RS Muhammadiyah & RSNU Tuban Jatim)
20. Dr. Elsa Maimon, SpA (RSKD Balikapapan)
21. Dr. Fitra Sukrita Irsal, IBCLC (RS PMI Bogor dan RS EMC Sentul)
22. Dr. Johannes Ridwan, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)
25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)
26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)
27. Dr. Frecillia Regina, SpA, IBCLC (RS Limijati Bandung)
28. Dr. Kartika Darma Handayani, SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)
29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)
30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)
31. Dr. Dini Adityarini, SpA (RS Kendangsari Jatim)
32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC (RS Mulya Tangerang)
33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)
34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)
35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)
36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)
37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)
38. Dr. Gracia Azra Lestari, IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)
39. Dr. Stella Tinia M.Kes IBCLC (Klinik Duta Kartini Bandung)
40. Dr. Syahperlan ( Erland Wendi) WS, MSc, SpA, IBCLC (RSUD Malinau Kaltara)
41. Dr. Nina Natalia SpA (RS Siloam Balikpapan)
42. Dr. Erlina M Napitupulu, M.Ked(Ped), SpA (RS. Premier Jatinegara)
43. Dr. Novaily Zuliartha, M.Ked (Ped), SpA. (Praktek: Jl.Diponegoro No.193 C Kisaran/ RS. Setio Husodo. Kisaran. Asahan, Sumatera Utara)
44. Dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS, (Balimed Hospital Denpasar)
45. Dr. Rosmauli (RSIA Bunda Aliyah Jaktim)
46. Dr. Ratih Ayu Wulandari, IBCLC (Poli Laktasi RS Puri Cinere, Praktek Pribadi Bintaro Jaya)
47. Dr. Gina Swastika, IBCLC, CIMI
(Poli Laktasi RSIA Kemang Medical Care dan RS Syarif Hidayatullah (UIN) Ciputat)
48. Dr. Thrisia Wuryanti, MSc, SpA, (RS Kanudjoso Jatiwibowo Balikpapan, KalTim dan Klinik Medika Utama jl. Manggar Baru Balikpapan KalTim)
49. Dr. Darmady Darmawan, SpA. (RS Evasari & RS Omni Hospital Pulomas Jakarta)
50. Dr. Jeanne-Roos Tikoalu, SpA, IBCLC, CIMI. (RSPI Puri Indah, Jakarta)
51. Dr. Irma Suryani (RS Hermina Bekasi dan RS Permata Bekasi)
52. Dr. Paulina, SpA (RS Limijati Bandung)
53. DR. Dr. Ema Alasiry, SpA(K) (RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan Klinik RSB Bunda Makassar
54. dr dini noviarti SpA MBiomed (RSIA Andini dan rsia Zainab pekanbaru)
55. dr. Regia Puspa Astari, CIMI (RS Permata Depok)
56. dr. P. G. Florencia Jonathan (RSIA Limijati Bandung)
57. Dr. Aini, CIMI (RS KMC dan RS PERMATA BEKASI)
58. Dr. Ayi Dilla Sp.A (RS PERMATA BEKASI, RS AWAL BROS BEKASI, RS HERMINA GALAXY)
59. Dr. Dina Afilia (RS PERMATA BEKASI dan RSIA SamMarie Basara jaktim)
60. Dr. Ina Ratna Pertiwi (RS PERMATA BEKASI)
61. Dr. Hafidhoh Arvona (RS PERMATA BEKASI)
62. Dr. Azizah Chairiani (RS PERMATA BEKASI)
63. Dr. Putra Ismaya Abral, Sp.OG., M.Kes. (RS Masmitra Pondok Gede dan RS Persada Medika Jatirahayu)
Siapa lagi, mohon diteruskan...
Info terbaru
JAKARTA, 23 JUNI 2018
Salam Menyusui,
Hesti Kristina P. Tobing
Ketua IKMI
Sedikit menambahkan..
Praborini Method baru beberapa RS yang menjalankan
1. RS KMC kemang, Jakarta selatan
2. RS Permata Sawangan, depok.
3. RS Permata Bekasi di bekasi timur
4. RS UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.
5. RS nya tempat bunda Icha di Calang
Karena masih terbatasnya RS yang menjalankan, maka pasien2 dari luar kota datang jauh2 ke RS yang saya sebutkan tadi, demi Relaktasi dan menyusui kembali bayi nya..
ππππππππππ
1⃣Amalia - Chapter Mojokerto
1. Apakah pemberian mpasi dg tekstur yg tdk sesuai usianya bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan anak kurang dr KBM dok? misal anak saya usia 10m28d masih makan bubur saring.
2. Anak saya jika diberi makan nasi lumat (dipenyet2 dimangkoknya) hanya bisa makan sedikit dok, selanjutnya dia menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah jadi saya stop makannya dari pd yg sudah masuk dikeluarkan lagi. bagaimana solusi utk anak saya yg blm bisa makan nasi tim/nasi lumat tsb? Dilatih terus dg konsekuensi anak muntah lalu tdk mau lanjut makan atau diberi bubur saring saja asal komposisi 4* lengkap? dia sudah menunjukkan ketertarikan dg menu makanan orang dewasa, saat saya makan dia selalu pengen ikut disuapi
πππππππ
Dear Bunda Amalia di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Bisa bunda. Pada awal pemberian MPASI, mulailah dengan makanan lumat dengan konsistensi halus/saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap. Semangkuk bubur yang encer akan mengandung kalori dan zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan semangkuk bubur kental untuk volume yang sama.Tekstur makanan dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga.
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
2. Bila Sang Kesayangan menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah, menutup mulut, tidak mau membuka mulut sama sekali, menolak sendok, mendorong sendok, menyembur-nyemburkan dan melepeh-lepeh makanannya bukan berarti dia tidak mau atau tidak suka dengan makanannya yaa bun..
Kondisi bayi begitu karena sedang dalam proses *belajar* makan apalagi selama 6 bulan sebelumnya bayi hanya kenal makanan cair berupa ASI yang mudah ditelan dan tidak perlu dikunyah.
Saat pemberian MPASI yang baik dalam bentuk lumat (bertektur, berampas dengan kondisi tidak tumpah saat sendok dimiringkan dan bisa dijumput dengan tangan) membuat bayi membutuhkan waktu untuk belajar cara menangani dan menelan tekstur makanan dari cair ke padat. Apalagi saat Sang Kesayang berusia 0 – 6 bulan, saat itu bayi memiliki tongue-extrusion reflex yang akan mendorong benda padat memasuki mulutnya. Refleks tongue-extrusion ini akan menghilang saat usia 6 bulan sehingga bayi butuh waktu untuk beradaptasi mengolah makanan yang lebih padat dari bentuk cair sperti ASI
Tips agar bayi menyukai aktifitas makan :
• Suapi bayi, beri makan dengan sabar dan penuh perhatian. Ajak serta beri semangat untuk mau makan namun jangan memaksanya. Bayi suka melihat ekspresi Bunda yang selalu tersenyum, menunjukkan ekspresi dan mimik bersemangat dalam menyuapinya makan. Tetap semangat ya bun...
• Jika masih menolak makan, maka Bunda perlu lebih mempertimbangkan agar pemberian MPASI lebih bervariasi, mengganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan. Buat suasana makan yang menyenangkan dan dapat membuat bayi happy. Kita aja sebagai orang dewasa juga akan menyukai suasana makan yang menyenangkan, rame-rame bersama keluarga/teman daripada makan sendirian ya kan bun?
• Minimalisasi gangguan saat makan jika bayi termasuk tipe yang mudah teralihkan perhatiannya sehingga membuat nafsu makannya menjadi berkurang.
• Waktu makan merupakan waktu untuk bayi belajar makan juga waktu untuk keluarga mencurahkan cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak bayi untuk berinteraksi dengan penuh kehangatan.
• Tidak perlu sedih jika suapan pertama berakhir disembur, dilepeh, dimainkan di tangan dan mengotori tempat makan sekitarnya. Tidak jarang bayi pun ingin berpartisipasi mengaduk bahkan belepotan makan sendiri. Ini hal biasa. Semua bayi di seluruh dunia memang seperti ini. Dia sedang belajar mengeksplorasi supaya makin pintar. Bunda tidak perlu marah dan menyerah. Solusinya dengan memberikan porsi makanan ekstra sehingga kebutuhan asupannya terpenuhi. Beri ia kesempatan jika ia ingn mencoba makanan yang ada di piring bunda, tentunya dengan menyesuaikan tekstur sesuai usianya sebelum menyuapinya ya bun....
• Semangat dan sabar....
• Semangat dan sabar...
• Semangat dan sabar
• Dan seterusnya....
ππππππππππ
2⃣Dita-SDA,
Halo dokter trimakasi atas waktunya, sy punya baby girl saat ini usia 10m+ , 7 kg , unt panjang badan sy belom ngukur, terakhir 67an,
Pertanyaannya
jika diliat dr aplikasi primaku untuk tinggi badan dia pendek tp untuk lingkar kepala dan bb termasuk normal, apa ini bisa disebut stunting dok ? Mengingat bb dan LK normal..
2. Kita semua tau bahwa asi adalah cairan yg bagus sampai 2 thn..namun kondisi anak sy yg lagi “stunted” ini sy jadi khawatir untuk tidak memberikan susu tambahan, disisi lain sy ingin asi full 2 tahun, tp melihat kondisi anak sy begitu apakah sy egois untuk full asi ? Ato mengikuti saran dokter agar diberikan susu tambahan ? Trims
πππππππ
Dear Bunda Dita di SDA (btw SDA tu dimana ya?)
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Ya, stunting. Karena stunting (perawakan pendek) adalah tinggi/ panjang badan berdasarkan umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO. Jadi bisa saja berat badannya normal, status nutrisi/ gizi baik namun Sang Kesayangan mengalami stunting. Karena kurva untuk menilai stunting yang dipakai adalah kurva tinggi/ panjang badan berdasarkan umur, bukan kurva penilaian berat badan atau lingkar kepala (Semua kurva sudah saya share sebelumnya di grup. Ada kurva lingkar kepala, berat badan menurut panjang badan, berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur untuk kategori anak laki-laki dan perempuan). Klo bingung memplotkannya, bunda bisa mengukur dan mengevaluasi dengan memakai aplikasi Primaku dari IDAI ya...
Silahkan diinstal dan dievaluasi setiap bulannya lalu konsultasi ke Dokter Spesialis Anak jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ya..
2. Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu saat hamil, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Namun sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh kekurangan nutrisi terutama pada saat masa emas tumbuh-kembang anak.
Mohon maaf klo saya salah tafsir, maksud bunda memberikan full ASI saja tanpa didampingi MPASI mulai usia 6 bulan?
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
Jika bunda telah memberikan Sang Kesayangan asupan nutrisi yang optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu berkonsultasi ke Dokter Anak terdekat untuk menyingkirkan kemungkinan adanya silent infeksi atau alergi pada anak ya bun...
Tetap semangat ya bun
ππππππππππ
3⃣Yanti - Surabaya
Maaf saya mau tanya, dokter saya memang sering menyimpan makanan dlm freezer karena menu yang sering dimakan sama (daging2an) apakah menyimpan makanan dapat mengurangi nutrisi secara signifikan?
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
πππππππ
Dear bunda Yanti di Surabaya
Terima kasih atas pertanyaannya
Pada prinsipnya semakin lama bahan pangan dimasak maka kandungan gizinya akan semakin berkurang. Anjuran WHO mengatakan agar menyiapkan jenis MPASI yang tidak membutuhkan waktu lama sejak pengambilannya (dari kebun/pasar) hingga siap untuk diberikan kepada bayi.
ππππππππππ
5⃣ Hafida
terima kasih utk jawabannya. menanggapi jwbn bunda icha yg ingin saya tanyakan kembali adalah bgmn proporsi menu 4*? merujuk pada IDAI mengenai panduan gizi seimbang bahwa setiap penyajian 35% makanan pokok, 30% protein hewani, 10% kacang2, 25% sayur& buah. pertanyaan saya 35% itu seberapa bny ya bun? apakah setara dg 35g? terima kasih
πππππππ
Dear Bunda Hafida
Terima kasih atas pertanyaannya
Tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein hewani-nabati dan lemak tambahan (daging, ayam, telur, hati, ikan dsb), sayuran, dan buah-buahan dapat diberikan sejak usia 6 bulan. Penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia satu tahun tidak berguna untuk mencegah alergi.
Proporsi menu makanan yang diberikan termasuk frekuensi dan jumlah takaran makanan MPASI sesuai panduan MPASI WHO adalah menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi dan rata-rata kandungan kalori. Menurut penelitian, kapasitas lambung bayi itu sekitar 30 gram makanan/kg BB-nya. Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian.
Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL) saat makan. Ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 mL.
Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL). Ukuran cangkir/mangkok 250 mL.
Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 mL). Ukuran cangkir/mangkok 250 mL.
Tugas kita sebagai Smart Parents adalah memberikan makanan dalam jumlah sedikit (karena lambung bayi tidak seperti lambung orang dewasa), namun harus memenuhi energi dan zat gizi yang optimal maka jenis menu dan metode MPASI yang kita pilih haruslah tepat. Bunda perlu melebihkan jumlah makanan di mangkok sebab makanan tersebut bisa saja nanti ada yang disembur, dilepeh dan buat mainan oleh Sang Kesayangan kita yang sedang belajar makan ini. Jika proporsi makan bayi lebih besar dari yang kita sediakan maka boleh kita lebihkan ya bun... jadi enggak saklak.... kan kita pengen bayi kita doyan makan untuk bisa “nabung lemak” sehingga bisa tetap bahenol saat dia mulai bergerak aktif di kemudian harinya
ππππππππππ
6⃣Intan / Mojokerto
Apabila sudah terlewat golden age lebih dari 2th dan terdiagnosis stunting, hal terbaik apa yg bisa dilakukan sebagai orang tua, dokter?
Apakah betul bisa dikejar pada masa pertumbuhan yg cepat, pada usia baligh misalnya?
Terimakasih atas jawabannya
πππππππ
Dear Bunda Intan di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
Dampak stunting tidak dapat diperbaiki namun bisa dikejar (catch up).
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa catch up pada anak-anak stunted berusia 5 tahun tidak ada perubahan (tidak bisa diperbaiki) namun pada usia 2 tahun menunjukkan hasil kognitif yang sama dengan anak tidak stunting dan ada juga kognitifnya tetap di bawah anak tidak stunting.
Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk Sang Kesayangan ya bun....
ππππππππππ
9⃣Saya ika / surabaya
Sbnre sudh baca2 .. In sya Alloh paham ..
Perkenalkan naira 8 bln .. Di aplikasi primaku dia masuk dlm gizi kurang ..
Di situ ad artikel soal gizi ..
Naira asix ..
Sementara in makanny instan milna wgain + kuning telur puyuh + evoo
Pertanyaanny
Apakah perlu tmbah sufor bu .. Sedangkn naira asi cuman sebelah kanan aja ...
Trimakasih
πππππππ
Dear bunda Ika di Surabaya,
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Sudah dijawab
2. Relaktasi metode Praborini sehingga bunda bisa menyusui langsung pada kedua payudara (tidak di satu payudara saja) sehingga meminimalisasi resiko terkenan kanker payudara pada payudara yang tidak disusui. Tetap semangat menyusui langsung (direct breastfeeding) bukan eksklusif pumping ya bun
tetap semangat ya bun
ππππππππππ
[9/10 07:04] +62 821-4470-2117: 1⃣5⃣ Fitri - Relay 3
Dikatakan stunting itu contohnya seperti apa?
Saya punya 2 anak.
Yg pertama usia 5th. Tapi bb nya 15.5kg dia aktif.
Dari baby dia endhut, asi x dan mpasi homemade juga. Tumbangnya juga cepet.. cuma sekkarang bb nya kadang susah naik
Anak yg ke 2 bary umur 6 bulan. Asi x dan sudah seminggu dikenalkan mpasi homemade juga. Tapi bb 6 bln 7,2kg
πππππππ
Dear bunda Fitri dari grup Relay
Berikut tanda-tanda bila Sang Kesayangan mengalami stunting :
1. Anak berbadan lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih pendek untuk usianya
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
4. Pertumbuhan tulang tertunda.
Bunda boleh donlot aplikasi Primaku dari IDAI atau plotkan ke kurva WHO yang ada di buku pink KIA untuk mengetahui status stunting, status nutrisi lalu mengevaluasi secara rutin agar pencegahan dini bisa dilakukan ya bun
Tetap semangat ya bunda
ππππππππππ
"YUK, CEGAH STUNTING SEJAK DINI"
dr. Siti Habsyah Masri, M.Ked (Ped), Sp.A., CIMI
ππππππππππ
1⃣Assalamualaikum
Sy Dwi dr Sidoarjo
Anak saya skrang 5 bulan, BB lahir 2650 gr dan panjang 48 cm, asix, usia hampir 5 bulan ini belum bisa tengkurep
Ketika 4 bulan kemarin,
TB 60cm
BB 6 kg
LK 40cm
Di aplikasi primaku tergolong "sangat pendek"
Pertanyaan saya :
1. Apakah anak saya stunting?
2. Kapan anak bisa d vonis stunting?
3. Apakah stunting mempengaruhi tumbuh kembang anak? Soalnya galau usia 5 bulan belum tengkurep
4. Bagaimana cara membaca kurva who pada halaman 54?
ππππππ
Dear Bunda Dwi dr Sidoarjo,
Terima kasih atas pertanyaannya
Bayi bunda laki-laki atau perempuan ya? Karena kurva pertumbuhan WHO untuk anak laki-laki dengan perempuan berbeda. Telah saya share sebelumnya diatas kurva untuk anak laki-laki dan perempuan ya....
Bunda juga bisa cek pertumbuhan Sang Kesayangan melalui aplikasi Primaku dari IDAI, bisa didonlot dan dievaluasi rutin setiap bulan untuk evaluasi berat badan, tinggi badan dan lingkar kepala. Bahasanya juga sangat sederhana sehingga mudah dimengerti.
Jawaban pertanyaan :
1. Ya, berdasarkan aplikasi Primaku yang memang sudah disesuaikan dengan kurva pertumbuhan WHO
2. Stunting atau perawakan pendek berdasarkan umur adalah tinggi/ panjang badan yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO.
3. Stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuhan fisik anak, namun juga berpengaruh kepada tidak maksimalnya perkembangan otak anak, hingga mempengaruhi kemampuan belajar dan mental. Selain itu, anak yang mengalami stunting akan punya riwayat kesehatan yang kurang baik karena daya tahan tubuhnya juga buruk. Dan stunting bisa menurun (degenerative) ke generasi berikutnya. Coba rutin dilakukan tummy time ya, silahkan konsultasi ke dokter spesialis anak terdekat untuk evaluasi tumbuh kembang Sang Kesayangan ya
4. Diplotkan lalu dicari titik pertemuannya. Dikatakan normal jika diantara +2 Standar deviasi dan -2 standar deviasi (antara garis merah dengan garis merah)
ππππππππππ
2⃣Saya Hafida - Surabaya.
pertanyaan saya :
1. apakah anak yg sudah dilakukan tes TSHS di hari ke 4 dan hasilnya baik "menjamin" kalau nanti pertumbuhan ya tidak mengalami stunting?
2. apakah bayi yg kurang tidur (tidur larut malam) bs mengalami stunting?
3. apakah stunting bisa dipengaruhi oleh gentika? jika memang bisa dipengaruhi genetika, bgmn membedakan anak yg stunting krn krg nutrisi dg yg dipengaruhi genetika?
4. bagaimana mencukupi nutrisi makan anak agar kecukupan nutrisi tidak menyebabkan stunting?
5. apakah anak yg sering diberi makanan pabrikan akan membuat anak mjd susah makan ketika nanti sdh dpt makan makanan keluarga?
6. apakah penambahan gula atau garam pada mpasi utk anak 6 bln tidak diperbolehkan?
Terima kasih
ππππππππ
Dear Bunda Hafida dari Surabaya,
Terima kasih atas pertanyaannya
Jawaban :
1. Kepastian hanya milik Allah SWT, sebagai Smart Parents kita tetap berikhtiar maksimal dan menyerahkan hasilnya kepada Allah. Tetap semangat melakukan tips sesuai materi saya yang telah diberikan sebelumnya, anjuran Dokter Anak tempat konsultasi Bunda, evaluasi dan lakukan kontrol rutin ya bunda
2. Banyak faktor bunda salah satunya kurang istirahat juga (kembali kita liat slide hal 18 ya....)
3. Perawakan pendek karena faktor genetika dikatakan Short stature bukan stunting. Bisa dibedakan dengan menyingkirkan faktor malnutrisi dan penyakit infeksi ya bunda
4. Dengan pemberian makanan memenuhi menu 4* ya dan memperhatikan standar emas makanan bayi (slide 29)
5. Bayi suka dengan makanan lezat maka berikanlah makanan yang mengandung sedikit bumbu dapur, sedikit gula-garam dan minyak (jurnal WHO, UKK Nutrisi dan Metabolik, IDAI 2015). Usahakan membuat menu makanan sendiri tanpa mengandung bahan penyedap rasa, pengawet dan hindari makanan pabrikan
6. Boleh
ππππππππππ
3⃣Saya rida dr batam
Pertanyaannya Apa patokan untuk membedakan anak stunting dengan anak dg status gizi buruk?
ππππππ
Anak gizi buruk dengan klinis yang khas speerti sela iga terlihat jelas, ada baggy pants dan muka terlihat tua, dari kurva pertumbuhan WHO (berat badan menurut tinggi badan) juga dibawah minus 3. Klo stunting ada pengertiannya di slide saya ya bun.
πππππππππ
4⃣Rizky Maya Sari /
Dok setelah di plot kan di kurva ternyata titik nya di plus 2 atas, nah ini maksdnya gmn ya dok?
Dok, ketika bayi berusia 10 bulan ya, itu berapa persen kirakira kebutuhan asi untuk bayi nya, soalnya saya lagi hamil, kebetulan asi saya juga mulai seret, apa kah dengan prmberian makan utama 4 kali 3 kali cemilan tercukupi kalori dan gizi yang di butuhkan ? Apakah pemberian makanan di malam hari berbahaya untuk bayi?
Terimaksh dokter,
πππππππ
Dear bunda Rizky, pada dasarnya saat usia sang kesayangan sudah memasuki 6 bulan maka diperlukan pemberian MPASI karena kecukupan nutrisi dari ASI saja tidak cukup sehingga diperlukan pendamping. saat hamil, bunda tetap bisa menyusui sang kesayangan ya...dengan makan besar 3-4kali dan selingan 2-3x dengan memenuhi persyaratan menu 4*
tetap semangat ya bun
ππππππππππ
5⃣Ria Mahardika /
Yang saya tahu, penting bagi anak utk dapat asupan gizi yang cukup hanya sampai 2tahun (benarkah?).(lupa sumbernya) Lebih dari usia itu makanan yang dimakan anak bisa dikatakan tidak terlalu berarti utk tumbang kehidupan selanjutnya.
1.Pertanyaannya, bagaimana cara mengejar jika kondisinya setelah anak dua tahun, anak mengalami ADB, dan stunting?
2. Bagaimana cara membedakan anak yang benar2 stunting dan anak yang keturunan genetik orangtuanya berpostur tubuh pendek?
πππππππ
pertanyaan bunda Ria Mahardika,
Dampak stunting tidak dapat diperbaiki namun bisa dikejar (catch up).
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa catch up pada anak-anak stunted berusia 5 tahun tidak ada perubahan (tidak bisa diperbaiki) namun pada usia 2 tahun menunjukkan hasil kognitif yang sama dengan anak tidak stunting dan ada juga kognitifnya tetap di bawah anak tidak stunting.
pencegahan sedini mungkin lebih baik ya bun
Jika anak mengalami ADB, maka diperlukan pemeriksaan cek profil besi terlebih dahulu sebelum memulai terapi karena akan berbeda terapinya. sebaiknya konsul ke DSA terdekat ya untuk terapinya yang disesuaikan dengan gejala klinis dan hasil pemeriksaan laboratoriumnya
ππππππππππ
6⃣Assalamualaykum,
Sebelumnya terima kasih atas kesempatannya..
Saya Ummu Abdurrahman / Batam
Pertanyaan saya :
Apakah stunting bisa bersifat menurun ? Misalnya, jika orang tuanya stunting, apakah si anak memiliki kecenderungan untuk stunting juga ?; Dan akan berpengaruh terhadap pertumbuhan anaknya kelak ?
Terima kasih
πππππππ
dear bunda Ummu Rahman, pertanyaannya sama dengan bunda sebelumnya, sudah saya jawab ya dan ada di materi juga
salam sayang buat sang kesayangan
ππππππππππ
7⃣Putri/pamekasan/
Anak sy perempuan usia 10m9d bb 7kg(berada digaris hijau paling bawah)
pertanyaan :
1. Tablet(yg mengandung zat besi/asam folat/multivitamin) apa yg direkomendasikan dr. Icha untuk ibu menyusui agar anak tdk mengalami stunting n bs mengejar bb yg dibilang kurang optimal?
2. Olahraga/kegiatan apa aja yg bs diajarkan anak dibawah 2 thn agar mencegah stunting?
πππππππ
Bunda Putri Pamekasan
Tablet(yg mengandung zat besi/asam folat/multivitamin) apa yg direkomendasikan dr. Icha untuk ibu menyusui agar anak tdk mengalami stunting n bs mengejar bb yg dibilang kurang optimal?
Heheheheh... saya ndak jualan tablet ya bun, sebaiknya ketemuan dulu untuk menilai gejala klinis, hasil plotan dari kurva pertumbuhan WHO yang mengarah ke stunting dan status nutrisi
2. Olahraga/kegiatan apa aja yg bs diajarkan anak dibawah 2 thn agar mencegah stunting
Apa saja boleh yang penting anak nyaman, hamppy dan tidak terlalu memforsirkan tenaganya yang bisa membuat anak mengalami kelelahan luar biasa
ππππππππππ
8⃣Listya/jakarta
Bagaimana ya cara agar nutrisi anak seimbang bagi anak yang pilih2 makanan (misal hanya mau bakso/ makan sedikit)? sedangkan anak saya 14 bulan 8.9kg / 80cm
Tergolong kurang kah dok?
Oh iya, anak saya ubun2 nya masih belum tertutup dok di usia ini bahaya atau tidak ya?
Terima kasih atas kesempatan nya ππ»
πππππππ
Bagaimana ya cara agar nutrisi anak seimbang bagi anak yang pilih2 makanan (misal hanya mau bakso/ makan sedikit)? sedangkan anak saya 14 bulan 8.9kg / 80cm
Pilih menu yang bervariasi yang tergolong 4* ya bun, bunda perlu memperhatikan agar suasana makan juga menyenangkan dan tidak monoton
Oh iya, anak saya ubun2 nya masih belum tertutup dok di usia ini bahaya atau tidak ya?usia kurang dari 18 bulanmasih tergolong normal bun
ππππππππππ
9⃣ Yanti/ surabaya
Saya mau tanya:
1. Anak saya didiagnosa stunting dengan kondisi severe dermatitis alergi dengan banyak pantangan makan, saat ini sedang menjalani imunoterapi
bagaimana cara unk catch up nutrisi dan BB selain makanan masih terbatas, kondisi saat ini anak juga picky Eater
2. Anak kedua usia 5 bulan saat ini full asi tapi Saya eping karena anak bingung puting, minum insyaallah sdh banyak, tapi kenaikan BB tidak sesuai dengan berat minimal yang tertera di KMS tetapi masih di kurva hijau, mohon masukannya dokter
ππππππππ
Bunda Yanti, Surabaya
1. Anak saya didiagnosa stunting dengan kondisi severe dermatitis alergi dengan banyak pantangan makan, saat ini sedang menjalani imunoterapi
bagaimana cara unk catch up nutrisi dan BB selain makanan masih terbatas, kondisi saat ini anak juga picky Eater.
- Coba untuk mengolah bahan makanan rumahan yang minim alergi sesegera mungkin (jadi tidak dalam kulkas dalam waktu yang lama)
- Variasi makanan
- Suasana makan yang menyenangkan
- Olah raga rutin juga bisa meningkatkan nafsu makan anak ya bun...
- Bujuk anak agar makan dengan porsi sedikit namun frekuensi yang sering
2. Anak kedua usia 5 bulan saat ini full asi tapi Saya eping karena anak bingung puting, minum insyaallah sdh banyak, tapi kenaikan BB tidak sesuai dengan berat minimal yang tertera di KMS tetapi masih di kurva hijau, mohon masukannya dokter
Relaktasi metode Praborini agar bisa meninggalkan dunia eping bun...
Konsultasi kepada dokter anak/ dokter laktasi terhadap pemberian MPASI dini dibawah pengawasan ketat
ππππππππππ
10⃣Sy ummu shafiyyah dr dumai riau
Bagaimana mengatasi anak yg memiliki kelainan jantung bawaan agar berat badannya naik optimal, skrng umur 1 tahun bb 7kg lahir bb nya 3,6 ketahuan kjb umur 7 bulan tipe vsd 3,4mm, bb stuck dr umur 7 bulan padahal makan sudah 3x sehari terus dikasi cemilan dan susu tinggi kalori seperti infantrini, bayi full asi dr lahir. Sudah konsul ke dr spA bagian jantung katanya perbaiki pola makan, itu sudah sy lakukan tpi kenaikan bb belom ada kemajuan, dan tumbangnya sedikit terlambat, mau setaun belom jalan baru berdiri2 berpegangan,belom merangkak, baru merayap dan sudah bisa melaksanakan intruksi misal tolong nak ambil buku, dia akan merayap maju meraihnya, merayapnya agak loncat gtu ngangkat pantat ga narik perut, akhir oktober akan dilakukan echo yg kedua, bagaimana ya dok, anak masih aktif ceria, cuma kasian liatnya kurus, makannya pun hanya bisa masuk sedikit ga bisa banyak, jdi sya kasi sedikit tp sering, kebanyakan muntah, terkait bb sulit naik, apakah sy juga perlu konsul ke dr gizi dan masalah tumbangnya konsul ke dr tumbang?
πππππππ
Jika asupan nutrisi yang diberikan sudah optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu kontrol untuk menyingkirkan kemungkinan adanya infeksi yang menghambat kenaikan berat badan seperti TB atau infeksi salurankemih dan sebagainya. Karena proses infeksi dapat menyebabkan terhambatnya kenaikan berat bdan secara optimal
Tetap semangat ya bun.
Saat Sang Kesayangan kita mengalami kenaikan berat bdan yang tidak optimal maka dapat menyebabkan pengaruh buruk terhdap tinggi badannya. Kompensasi tubuh agar anak tidak tampak kurus dengan cara terhambatnya kenaikan tinggi badan sehingga anak akan terlihat lebih pendek. Kondisi inilah yang dinamakan stunting. Stunting ini sulit sekali untuk diperbaiki, sehingga “Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati”.
ππππππππππ
1⃣Amalia - Chapter Mojokerto
1. Apakah pemberian mpasi dg tekstur yg tdk sesuai usianya bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan anak kurang dr KBM dok? misal anak saya usia 10m28d masih makan bubur saring.
2. Anak saya jika diberi makan nasi lumat (dipenyet2 dimangkoknya) hanya bisa makan sedikit dok, selanjutnya dia menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah jadi saya stop makannya dari pd yg sudah masuk dikeluarkan lagi. bagaimana solusi utk anak saya yg blm bisa makan nasi tim/nasi lumat tsb? Dilatih terus dg konsekuensi anak muntah lalu tdk mau lanjut makan atau diberi bubur saring saja asal komposisi 4* lengkap? dia sudah menunjukkan ketertarikan dg menu makanan orang dewasa, saat saya makan dia selalu pengen ikut disuapi
πππππππ
Dear Bunda Amalia di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Bisa bunda. Pada awal pemberian MPASI, mulailah dengan makanan lumat dengan konsistensi halus/saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap. Semangkuk bubur yang encer akan mengandung kalori dan zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan semangkuk bubur kental untuk volume yang sama.Tekstur makanan dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga.
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
2. Bila Sang Kesayangan menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah, menutup mulut, tidak mau membuka mulut sama sekali, menolak sendok, mendorong sendok, menyembur-nyemburkan dan melepeh-lepeh makanannya bukan berarti dia tidak mau atau tidak suka dengan makanannya yaa bun..
Kondisi bayi begitu karena sedang dalam proses *belajar* makan apalagi selama 6 bulan sebelumnya bayi hanya kenal makanan cair berupa ASI yang mudah ditelan dan tidak perlu dikunyah.
Saat pemberian MPASI yang baik dalam bentuk lumat (bertektur, berampas dengan kondisi tidak tumpah saat sendok dimiringkan dan bisa dijumput dengan tangan) membuat bayi membutuhkan waktu untuk belajar cara menangani dan menelan tekstur makanan dari cair ke padat. Apalagi saat Sang Kesayang berusia 0 – 6 bulan, saat itu bayi memiliki tongue-extrusion reflex yang akan mendorong benda padat memasuki mulutnya. Refleks tongue-extrusion ini akan menghilang saat usia 6 bulan sehingga bayi butuh waktu untuk beradaptasi mengolah makanan yang lebih padat dari bentuk cair sperti ASI
Tips agar bayi menyukai aktifitas makan :
• Suapi bayi, beri makan dengan sabar dan penuh perhatian. Ajak serta beri semangat untuk mau makan namun jangan memaksanya. Bayi suka melihat ekspresi Bunda yang selalu tersenyum, menunjukkan ekspresi dan mimik bersemangat dalam menyuapinya makan. Tetap semangat ya bun...
• Jika masih menolak makan, maka Bunda perlu lebih mempertimbangkan agar pemberian MPASI lebih bervariasi, mengganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan. Buat suasana makan yang menyenangkan dan dapat membuat bayi happy. Kita aja sebagai orang dewasa juga akan menyukai suasana makan yang menyenangkan, rame-rame bersama keluarga/teman daripada makan sendirian ya kan bun?
• Minimalisasi gangguan saat makan jika bayi termasuk tipe yang mudah teralihkan perhatiannya sehingga membuat nafsu makannya menjadi berkurang.
• Waktu makan merupakan waktu untuk bayi belajar makan juga waktu untuk keluarga mencurahkan cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak bayi untuk berinteraksi dengan penuh kehangatan.
• Tidak perlu sedih jika suapan pertama berakhir disembur, dilepeh, dimainkan di tangan dan mengotori tempat makan sekitarnya. Tidak jarang bayi pun ingin berpartisipasi mengaduk bahkan belepotan makan sendiri. Ini hal biasa. Semua bayi di seluruh dunia memang seperti ini. Dia sedang belajar mengeksplorasi supaya makin pintar. Bunda tidak perlu marah dan menyerah. Solusinya dengan memberikan porsi makanan ekstra sehingga kebutuhan asupannya terpenuhi. Beri ia kesempatan jika ia ingn mencoba makanan yang ada di piring bunda, tentunya dengan menyesuaikan tekstur sesuai usianya sebelum menyuapinya ya bun....
• Semangat dan sabar....
• Semangat dan sabar...
• Semangat dan sabar
• Dan seterusnya....
ππππππππππ
2⃣Dita-SDA,
Halo dokter trimakasi atas waktunya, sy punya baby girl saat ini usia 10m+ , 7 kg , unt panjang badan sy belom ngukur, terakhir 67an,
Pertanyaannya
jika diliat dr aplikasi primaku untuk tinggi badan dia pendek tp untuk lingkar kepala dan bb termasuk normal, apa ini bisa disebut stunting dok ? Mengingat bb dan LK normal..
2. Kita semua tau bahwa asi adalah cairan yg bagus sampai 2 thn..namun kondisi anak sy yg lagi “stunted” ini sy jadi khawatir untuk tidak memberikan susu tambahan, disisi lain sy ingin asi full 2 tahun, tp melihat kondisi anak sy begitu apakah sy egois untuk full asi ? Ato mengikuti saran dokter agar diberikan susu tambahan ? Trims
πππππππ
Dear Bunda Dita di SDA (btw SDA tu dimana ya?)
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Ya, stunting. Karena stunting (perawakan pendek) adalah tinggi/ panjang badan berdasarkan umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO. Jadi bisa saja berat badannya normal, status nutrisi/ gizi baik namun Sang Kesayangan mengalami stunting. Karena kurva untuk menilai stunting yang dipakai adalah kurva tinggi/ panjang badan berdasarkan umur, bukan kurva penilaian berat badan atau lingkar kepala (Semua kurva sudah saya share sebelumnya di grup. Ada kurva lingkar kepala, berat badan menurut panjang badan, berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur untuk kategori anak laki-laki dan perempuan). Klo bingung memplotkannya, bunda bisa mengukur dan mengevaluasi dengan memakai aplikasi Primaku dari IDAI ya...
Silahkan diinstal dan dievaluasi setiap bulannya lalu konsultasi ke Dokter Spesialis Anak jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ya..
2. Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu saat hamil, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Namun sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh kekurangan nutrisi terutama pada saat masa emas tumbuh-kembang anak.
Mohon maaf klo saya salah tafsir, maksud bunda memberikan full ASI saja tanpa didampingi MPASI mulai usia 6 bulan?
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
Jika bunda telah memberikan Sang Kesayangan asupan nutrisi yang optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu berkonsultasi ke Dokter Anak terdekat untuk menyingkirkan kemungkinan adanya silent infeksi atau alergi pada anak ya bun...
Tetap semangat ya bun
ππππππππππ
3⃣Yanti - Surabaya
Maaf saya mau tanya, dokter saya memang sering menyimpan makanan dlm freezer karena menu yang sering dimakan sama (daging2an) apakah menyimpan makanan dapat mengurangi nutrisi secara signifikan?
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
πππππππ
Dear bunda Yanti di Surabaya
Terima kasih atas pertanyaannya
Pada prinsipnya semakin lama bahan pangan dimasak maka kandungan gizinya akan semakin berkurang. Anjuran WHO mengatakan agar menyiapkan jenis MPASI yang tidak membutuhkan waktu lama sejak pengambilannya (dari kebun/pasar) hingga siap untuk diberikan kepada bayi.
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
Dr. Asti Praborini, Sp.A, IBCLC adalah dokter anak sekaligus Konsultan Laktasi Internasional (IBCLC) yang telah menemukan metode relaktasi Praborini dan penemuan ilmiah beliau telah mempunyai hak paten dan telah terdaftar di Kemenkumham. Beliau juga diundang menjadi pembicara baik didalam atau luar negeri untuk mempublikasikan metode relaktasi penemuan beliau sehingga diharapkan terjadi peningkatan cakupan keberhasilan menyusui langsung (direct breastfeeding) bukan eksklusif pumping di dunia khususnya di Indonesia
Dr.Asti sependek pengetahuan saya praktek di RS Kemang Medical Care Jakarta, RS Puri Cinere, RS Permata Depok, RS Permata Bekasi dsb (gak hafal juga...)
Boleh gugling praborinilactationteam.com ya bun....
Semakin banyak Konselor Menyusui (KM) dan tenaga kesehatan yang sadar tentang adanya Tongue Tie dan Lip Tie yang berpotensi membuat ibu gagal menyusui dan bayi gagal menyusu padahal sudah dilakukan upaya memposisikan dan melekatkan (poskat) sedemikian rupa malah kadang sudah mendatangi beberapa KM untuk konseling dan masalah tidak kunjung selesai... (ujung2nya bahkan terkadang diberi dot, ASI mengering, bayi gagal tumbuh dan diberi susu formula)... belum lagi ketika mengalami puting lecet, payudara bengkak, mastitis bahkan abses payudara... Hal ini menjadi drama yg sangat menyakitkan... padahal *Menyusui Tidak Boleh Sakit* (kecuali di bagian perut karena oksitosin yg menyebabkan kontraksi rahim)
Maka terlampir daftar nama para KM Medis yg dapat menangani kondisi tsb. Upaya frenotomi sederhana dan relaktasi serta suplementasi menjadi upaya yang sangat membantu...
Terimakasih untuk para Dokter Bedah dan praktisi ahli baik yang Nasional maupun Internasional yang telah memberi wawasan juga telah mengajarkan cara frenotomi kepada tenaga2 medis (dokter) yang KM untuk tidak takut melakukannya demi membantu ibu berhasil menyusui dan membantu bayi menyusu ke Ibunya...
Mari kita bantu memberikan hak bayi mendapatkan ASI. Karena waktu tak akan pernah kembali... Salam Menyusui!!!
Daftar nama2 dokter (yang juga Konselor Menyusui) yang mengerjakan tindakan frenotomi (insisi tongue tie dan lip tie)
1. Dr. Agusnawati Munandar, IBCLC, CIMI (RSIA KMC)
2. Dr. Ira R, IBCLC (RS. Meilia Cibubur)
3. Dr. Anjar Setiani, SpA (RSIA KMC, RS Syarif Hidayatullah UIN Ciputat, Flamboyan Medika Kebayoran Lama)
4. Dr. Kadek Suarca, SpA (RSU Wangaya Denpasar & RSU Bali Jimbaran Kuta Selatan)
5. Dr. Made Indra Waspada, SpA, CIMI (RSIA KMC)
6. Dr. Agustina Santi Lie, MSc, SpA, CIMI, IBCLC (RS Siloam Bali)
7. Dr. Dery Ade Hapsari (RSIA KMC)
8. Dr. Ika Ayu Paramita (Puskesmas Beji)
9. Dr. Maharani Bayu, IBCLC (RSIA Evasari dan RSIA Aulia)
10. Dr. Siti A. Ridha (Apotek Karunia-RSUD Bontang-Kaltim)
11. Dr. Dyah Febriyanti, IBCLC (RSIA KMC)
12. Dr. Siti Habsyah Masri, M.Ked(Ped), Sp.A, CIMI (Klinik Laktasi RS Advent Medan, Lactation Centre RSUD Teuku Umar Aceh Jaya)
13. DR. Dr. Dian Yudianita Kesuma, SpAK (Palembang)
14. Dr. Made Tirtha Yasa, SpA (RSI BONTANG )
15. Dr. Ameetha Drupadi CIMI (Mayapada Hospital Jakarta Selatan)
16. Dr. Yudith Angeline, IBCLC (RSIA KMC & RS COLUMBIA ASIA Pulomas)
17. Dr. Wilda Mas'ud (RS Budi Kemuliaan dan RSIA KMC)
18. Dr. Viranda PM (RS Permata Depok)
19. Dr. Marini Sartika Dewi SpA MSi.Med (RS Muhammadiyah & RSNU Tuban Jatim)
20. Dr. Elsa Maimon, SpA (RSKD Balikapapan)
21. Dr. Fitra Sukrita Irsal, IBCLC (RS PMI Bogor dan RS EMC Sentul)
22. Dr. Johannes Ridwan, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
23. Dr. Christiana, SpA (RS Bethsaida Hospital Gading Serpong)
24. Drg. Ali Taqwim (Aimi Purwokerto)
25. Drg. Mellyna Utami (Aimi Purwokerto)
26. Dr. Munawaroh Pasaribu (Aimi Kalsel)
27. Dr. Frecillia Regina, SpA, IBCLC (RS Limijati Bandung)
28. Dr. Kartika Darma Handayani, SpA (RS Dr Soetomo Surabaya Jatim)
29. Dr. Gita Tiara Paramita (RS Meilia Cibubur)
30. Dr. Budining Wirastari Marnoto, SpA, IBCLC (RS Hermina Bekasi)
31. Dr. Dini Adityarini, SpA (RS Kendangsari Jatim)
32. Dr. Dandy Utama Jaya SpA, M.Kes, IBCLC (RS Mulya Tangerang)
33. Dr. Fitrisia 'pipit' Amelin, SpA, M. Biomed (Klinik My Lovely Child - Depan RS M. Djamil Padang)
34. Dr. Willey Eliot, M. Kes (RS Columbia Asia Medan)
35. Dr. Ingrid Siahaan, MPH (Klinik Laktasi RS Advent Medan)
36. Dr. Nanan Surya Perdana SpA M.Kes (Apotik M. Yamin 12-14 telp. 0541.7273762)
37. Dr. Rahmalina, SpOG (Klinik Utama Hasnaliya, Magelang)
38. Dr. Gracia Azra Lestari, IBCLC (PKM Pasir Mulya Bogor)
39. Dr. Stella Tinia M.Kes IBCLC (Klinik Duta Kartini Bandung)
40. Dr. Syahperlan ( Erland Wendi) WS, MSc, SpA, IBCLC (RSUD Malinau Kaltara)
41. Dr. Nina Natalia SpA (RS Siloam Balikpapan)
42. Dr. Erlina M Napitupulu, M.Ked(Ped), SpA (RS. Premier Jatinegara)
43. Dr. Novaily Zuliartha, M.Ked (Ped), SpA. (Praktek: Jl.Diponegoro No.193 C Kisaran/ RS. Setio Husodo. Kisaran. Asahan, Sumatera Utara)
44. Dr. Oka Dharmawan, IBCLC, MARS, (Balimed Hospital Denpasar)
45. Dr. Rosmauli (RSIA Bunda Aliyah Jaktim)
46. Dr. Ratih Ayu Wulandari, IBCLC (Poli Laktasi RS Puri Cinere, Praktek Pribadi Bintaro Jaya)
47. Dr. Gina Swastika, IBCLC, CIMI
(Poli Laktasi RSIA Kemang Medical Care dan RS Syarif Hidayatullah (UIN) Ciputat)
48. Dr. Thrisia Wuryanti, MSc, SpA, (RS Kanudjoso Jatiwibowo Balikpapan, KalTim dan Klinik Medika Utama jl. Manggar Baru Balikpapan KalTim)
49. Dr. Darmady Darmawan, SpA. (RS Evasari & RS Omni Hospital Pulomas Jakarta)
50. Dr. Jeanne-Roos Tikoalu, SpA, IBCLC, CIMI. (RSPI Puri Indah, Jakarta)
51. Dr. Irma Suryani (RS Hermina Bekasi dan RS Permata Bekasi)
52. Dr. Paulina, SpA (RS Limijati Bandung)
53. DR. Dr. Ema Alasiry, SpA(K) (RS Wahidin Sudirohusodo Makassar dan Klinik RSB Bunda Makassar
54. dr dini noviarti SpA MBiomed (RSIA Andini dan rsia Zainab pekanbaru)
55. dr. Regia Puspa Astari, CIMI (RS Permata Depok)
56. dr. P. G. Florencia Jonathan (RSIA Limijati Bandung)
57. Dr. Aini, CIMI (RS KMC dan RS PERMATA BEKASI)
58. Dr. Ayi Dilla Sp.A (RS PERMATA BEKASI, RS AWAL BROS BEKASI, RS HERMINA GALAXY)
59. Dr. Dina Afilia (RS PERMATA BEKASI dan RSIA SamMarie Basara jaktim)
60. Dr. Ina Ratna Pertiwi (RS PERMATA BEKASI)
61. Dr. Hafidhoh Arvona (RS PERMATA BEKASI)
62. Dr. Azizah Chairiani (RS PERMATA BEKASI)
63. Dr. Putra Ismaya Abral, Sp.OG., M.Kes. (RS Masmitra Pondok Gede dan RS Persada Medika Jatirahayu)
Siapa lagi, mohon diteruskan...
Info terbaru
JAKARTA, 23 JUNI 2018
Salam Menyusui,
Hesti Kristina P. Tobing
Ketua IKMI
Sedikit menambahkan..
Praborini Method baru beberapa RS yang menjalankan
1. RS KMC kemang, Jakarta selatan
2. RS Permata Sawangan, depok.
3. RS Permata Bekasi di bekasi timur
4. RS UIN Syarif Hidayatullah, Ciputat.
5. RS nya tempat bunda Icha di Calang
Karena masih terbatasnya RS yang menjalankan, maka pasien2 dari luar kota datang jauh2 ke RS yang saya sebutkan tadi, demi Relaktasi dan menyusui kembali bayi nya..
ππππππππππ
1⃣Amalia - Chapter Mojokerto
1. Apakah pemberian mpasi dg tekstur yg tdk sesuai usianya bisa menjadi penyebab kenaikan berat badan anak kurang dr KBM dok? misal anak saya usia 10m28d masih makan bubur saring.
2. Anak saya jika diberi makan nasi lumat (dipenyet2 dimangkoknya) hanya bisa makan sedikit dok, selanjutnya dia menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah jadi saya stop makannya dari pd yg sudah masuk dikeluarkan lagi. bagaimana solusi utk anak saya yg blm bisa makan nasi tim/nasi lumat tsb? Dilatih terus dg konsekuensi anak muntah lalu tdk mau lanjut makan atau diberi bubur saring saja asal komposisi 4* lengkap? dia sudah menunjukkan ketertarikan dg menu makanan orang dewasa, saat saya makan dia selalu pengen ikut disuapi
πππππππ
Dear Bunda Amalia di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Bisa bunda. Pada awal pemberian MPASI, mulailah dengan makanan lumat dengan konsistensi halus/saring yang encer pada tahap perkenalan dan kemudian dikentalkan secara bertahap. Semangkuk bubur yang encer akan mengandung kalori dan zat gizi yang lebih sedikit dibandingkan semangkuk bubur kental untuk volume yang sama.Tekstur makanan dinaikkan secara bertahap. Setelah bubur saring, dapat dinaikkan menjadi bubur kasar tidak disaring, finger food, makanan lunak dengan lauk cincang, dan terakhir makanan keluarga.
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
2. Bila Sang Kesayangan menunjukkan ekspresi seperti pengen muntah, menutup mulut, tidak mau membuka mulut sama sekali, menolak sendok, mendorong sendok, menyembur-nyemburkan dan melepeh-lepeh makanannya bukan berarti dia tidak mau atau tidak suka dengan makanannya yaa bun..
Kondisi bayi begitu karena sedang dalam proses *belajar* makan apalagi selama 6 bulan sebelumnya bayi hanya kenal makanan cair berupa ASI yang mudah ditelan dan tidak perlu dikunyah.
Saat pemberian MPASI yang baik dalam bentuk lumat (bertektur, berampas dengan kondisi tidak tumpah saat sendok dimiringkan dan bisa dijumput dengan tangan) membuat bayi membutuhkan waktu untuk belajar cara menangani dan menelan tekstur makanan dari cair ke padat. Apalagi saat Sang Kesayang berusia 0 – 6 bulan, saat itu bayi memiliki tongue-extrusion reflex yang akan mendorong benda padat memasuki mulutnya. Refleks tongue-extrusion ini akan menghilang saat usia 6 bulan sehingga bayi butuh waktu untuk beradaptasi mengolah makanan yang lebih padat dari bentuk cair sperti ASI
Tips agar bayi menyukai aktifitas makan :
• Suapi bayi, beri makan dengan sabar dan penuh perhatian. Ajak serta beri semangat untuk mau makan namun jangan memaksanya. Bayi suka melihat ekspresi Bunda yang selalu tersenyum, menunjukkan ekspresi dan mimik bersemangat dalam menyuapinya makan. Tetap semangat ya bun...
• Jika masih menolak makan, maka Bunda perlu lebih mempertimbangkan agar pemberian MPASI lebih bervariasi, mengganti kombinasi makanan, rasa, tekstur dan metode makan. Buat suasana makan yang menyenangkan dan dapat membuat bayi happy. Kita aja sebagai orang dewasa juga akan menyukai suasana makan yang menyenangkan, rame-rame bersama keluarga/teman daripada makan sendirian ya kan bun?
• Minimalisasi gangguan saat makan jika bayi termasuk tipe yang mudah teralihkan perhatiannya sehingga membuat nafsu makannya menjadi berkurang.
• Waktu makan merupakan waktu untuk bayi belajar makan juga waktu untuk keluarga mencurahkan cinta dan saling berkomunikasi sehingga ajak bayi untuk berinteraksi dengan penuh kehangatan.
• Tidak perlu sedih jika suapan pertama berakhir disembur, dilepeh, dimainkan di tangan dan mengotori tempat makan sekitarnya. Tidak jarang bayi pun ingin berpartisipasi mengaduk bahkan belepotan makan sendiri. Ini hal biasa. Semua bayi di seluruh dunia memang seperti ini. Dia sedang belajar mengeksplorasi supaya makin pintar. Bunda tidak perlu marah dan menyerah. Solusinya dengan memberikan porsi makanan ekstra sehingga kebutuhan asupannya terpenuhi. Beri ia kesempatan jika ia ingn mencoba makanan yang ada di piring bunda, tentunya dengan menyesuaikan tekstur sesuai usianya sebelum menyuapinya ya bun....
• Semangat dan sabar....
• Semangat dan sabar...
• Semangat dan sabar
• Dan seterusnya....
ππππππππππ
2⃣Dita-SDA,
Halo dokter trimakasi atas waktunya, sy punya baby girl saat ini usia 10m+ , 7 kg , unt panjang badan sy belom ngukur, terakhir 67an,
Pertanyaannya
jika diliat dr aplikasi primaku untuk tinggi badan dia pendek tp untuk lingkar kepala dan bb termasuk normal, apa ini bisa disebut stunting dok ? Mengingat bb dan LK normal..
2. Kita semua tau bahwa asi adalah cairan yg bagus sampai 2 thn..namun kondisi anak sy yg lagi “stunted” ini sy jadi khawatir untuk tidak memberikan susu tambahan, disisi lain sy ingin asi full 2 tahun, tp melihat kondisi anak sy begitu apakah sy egois untuk full asi ? Ato mengikuti saran dokter agar diberikan susu tambahan ? Trims
πππππππ
Dear Bunda Dita di SDA (btw SDA tu dimana ya?)
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Ya, stunting. Karena stunting (perawakan pendek) adalah tinggi/ panjang badan berdasarkan umur yang berada di bawah minus 2 standar deviasi (<-2 SD) dari tabel status gizi WHO. Jadi bisa saja berat badannya normal, status nutrisi/ gizi baik namun Sang Kesayangan mengalami stunting. Karena kurva untuk menilai stunting yang dipakai adalah kurva tinggi/ panjang badan berdasarkan umur, bukan kurva penilaian berat badan atau lingkar kepala (Semua kurva sudah saya share sebelumnya di grup. Ada kurva lingkar kepala, berat badan menurut panjang badan, berat badan menurut umur, tinggi badan menurut umur untuk kategori anak laki-laki dan perempuan). Klo bingung memplotkannya, bunda bisa mengukur dan mengevaluasi dengan memakai aplikasi Primaku dari IDAI ya...
Silahkan diinstal dan dievaluasi setiap bulannya lalu konsultasi ke Dokter Spesialis Anak jika hasilnya tidak sesuai dengan yang diharapkan ya..
2. Perawakan pendek disebabkan oleh faktor lingkungan dan genetik.
Lingkungan merupakan aspek penting yang masih dapat diintervensi sehingga perawakan pendek dapat diatasi. Faktor lingkungan yang berperan dalam menyebabkan perawakan pendek antara lain status gizi ibu saat hamil, pola pemberian makan kepada anak, kebersihan lingkungan, dan angka kejadian infeksi pada anak. Namun sebagian besar perawakan pendek disebabkan oleh kekurangan nutrisi terutama pada saat masa emas tumbuh-kembang anak.
Mohon maaf klo saya salah tafsir, maksud bunda memberikan full ASI saja tanpa didampingi MPASI mulai usia 6 bulan?
Standar emas pemberian makan pada bayi anjuran WHO
0-6 bulan : ASI eksklusif
6 bulan sampai 2 tahun : berikan ASI+MPASI dengan ketentuan
- 6-9 bulan : MPASI bentuk lumat
- 9-12 bulan : MPASI bentuk lembik
- >12 bulan : makanan keluarga
Jika bunda telah memberikan Sang Kesayangan asupan nutrisi yang optimal namun kenaikan berat badan masih belum sesuai yang diharapkan maka bunda perlu berkonsultasi ke Dokter Anak terdekat untuk menyingkirkan kemungkinan adanya silent infeksi atau alergi pada anak ya bun...
Tetap semangat ya bun
ππππππππππ
3⃣Yanti - Surabaya
Maaf saya mau tanya, dokter saya memang sering menyimpan makanan dlm freezer karena menu yang sering dimakan sama (daging2an) apakah menyimpan makanan dapat mengurangi nutrisi secara signifikan?
Kalau boleh saya diberikan info dimana bisa relaksasi metode praborini, karena sudah ke dua konselor di RS di sby, bayi menjadi trauma
πππππππ
Dear bunda Yanti di Surabaya
Terima kasih atas pertanyaannya
Pada prinsipnya semakin lama bahan pangan dimasak maka kandungan gizinya akan semakin berkurang. Anjuran WHO mengatakan agar menyiapkan jenis MPASI yang tidak membutuhkan waktu lama sejak pengambilannya (dari kebun/pasar) hingga siap untuk diberikan kepada bayi.
ππππππππππ
5⃣ Hafida
terima kasih utk jawabannya. menanggapi jwbn bunda icha yg ingin saya tanyakan kembali adalah bgmn proporsi menu 4*? merujuk pada IDAI mengenai panduan gizi seimbang bahwa setiap penyajian 35% makanan pokok, 30% protein hewani, 10% kacang2, 25% sayur& buah. pertanyaan saya 35% itu seberapa bny ya bun? apakah setara dg 35g? terima kasih
πππππππ
Dear Bunda Hafida
Terima kasih atas pertanyaannya
Tidak ada urutan tertentu dalam pemberian MPASI. Karbohidrat, protein hewani-nabati dan lemak tambahan (daging, ayam, telur, hati, ikan dsb), sayuran, dan buah-buahan dapat diberikan sejak usia 6 bulan. Penundaan pemberian ikan dan telur sampai usia satu tahun tidak berguna untuk mencegah alergi.
Proporsi menu makanan yang diberikan termasuk frekuensi dan jumlah takaran makanan MPASI sesuai panduan MPASI WHO adalah menyesuaikan dengan kapasitas lambung bayi dan rata-rata kandungan kalori. Menurut penelitian, kapasitas lambung bayi itu sekitar 30 gram makanan/kg BB-nya. Pada awal MPASI di umur 6 bulan jumlah takaran makanan MPASI yang diberikan sekitar 2 – 3 sendok makan per kali pemberian.
Pada umur 6 – 8 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap dari 2 – 3 sendok makan menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL) per kali pemberian. Jadi saat bayi umur 6 bulan 2 minggu diharapkan sudah lancar makan sehingga bisa diberikan takaran setengah mangkok (125 mL) saat makan. Ukuran cangkir/mangkok yg digunakan 250 mL.
Pada umur 9 – 11 bulan 29 hari, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ½ cangkir/mangkok (125 mL). Ukuran cangkir/mangkok 250 mL.
Pada umur 12 – 24 bulan, jumlah takaran makanan MPASI dinaikkan bertahap menjadi ¾ – 1 cangkir/mangkok (175 – 250 mL). Ukuran cangkir/mangkok 250 mL.
Tugas kita sebagai Smart Parents adalah memberikan makanan dalam jumlah sedikit (karena lambung bayi tidak seperti lambung orang dewasa), namun harus memenuhi energi dan zat gizi yang optimal maka jenis menu dan metode MPASI yang kita pilih haruslah tepat. Bunda perlu melebihkan jumlah makanan di mangkok sebab makanan tersebut bisa saja nanti ada yang disembur, dilepeh dan buat mainan oleh Sang Kesayangan kita yang sedang belajar makan ini. Jika proporsi makan bayi lebih besar dari yang kita sediakan maka boleh kita lebihkan ya bun... jadi enggak saklak.... kan kita pengen bayi kita doyan makan untuk bisa “nabung lemak” sehingga bisa tetap bahenol saat dia mulai bergerak aktif di kemudian harinya
ππππππππππ
6⃣Intan / Mojokerto
Apabila sudah terlewat golden age lebih dari 2th dan terdiagnosis stunting, hal terbaik apa yg bisa dilakukan sebagai orang tua, dokter?
Apakah betul bisa dikejar pada masa pertumbuhan yg cepat, pada usia baligh misalnya?
Terimakasih atas jawabannya
πππππππ
Dear Bunda Intan di Mojokerto
Terima kasih atas pertanyaannya ya
Dampak stunting tidak dapat diperbaiki namun bisa dikejar (catch up).
Penelitian ilmiah menunjukkan bahwa catch up pada anak-anak stunted berusia 5 tahun tidak ada perubahan (tidak bisa diperbaiki) namun pada usia 2 tahun menunjukkan hasil kognitif yang sama dengan anak tidak stunting dan ada juga kognitifnya tetap di bawah anak tidak stunting.
Tetap semangat memberikan yang terbaik untuk Sang Kesayangan ya bun....
ππππππππππ
9⃣Saya ika / surabaya
Sbnre sudh baca2 .. In sya Alloh paham ..
Perkenalkan naira 8 bln .. Di aplikasi primaku dia masuk dlm gizi kurang ..
Di situ ad artikel soal gizi ..
Naira asix ..
Sementara in makanny instan milna wgain + kuning telur puyuh + evoo
Pertanyaanny
Apakah perlu tmbah sufor bu .. Sedangkn naira asi cuman sebelah kanan aja ...
Trimakasih
πππππππ
Dear bunda Ika di Surabaya,
Terima kasih atas pertanyaannya ya
1. Sudah dijawab
2. Relaktasi metode Praborini sehingga bunda bisa menyusui langsung pada kedua payudara (tidak di satu payudara saja) sehingga meminimalisasi resiko terkenan kanker payudara pada payudara yang tidak disusui. Tetap semangat menyusui langsung (direct breastfeeding) bukan eksklusif pumping ya bun
tetap semangat ya bun
ππππππππππ
[9/10 07:04] +62 821-4470-2117: 1⃣5⃣ Fitri - Relay 3
Dikatakan stunting itu contohnya seperti apa?
Saya punya 2 anak.
Yg pertama usia 5th. Tapi bb nya 15.5kg dia aktif.
Dari baby dia endhut, asi x dan mpasi homemade juga. Tumbangnya juga cepet.. cuma sekkarang bb nya kadang susah naik
Anak yg ke 2 bary umur 6 bulan. Asi x dan sudah seminggu dikenalkan mpasi homemade juga. Tapi bb 6 bln 7,2kg
πππππππ
Dear bunda Fitri dari grup Relay
Berikut tanda-tanda bila Sang Kesayangan mengalami stunting :
1. Anak berbadan lebih pendek dibandingkan dengan anak seusianya
2. Proporsi tubuh cenderung normal tetapi anak tampak lebih pendek untuk usianya
3. Berat badan rendah untuk anak seusianya
4. Pertumbuhan tulang tertunda.
Bunda boleh donlot aplikasi Primaku dari IDAI atau plotkan ke kurva WHO yang ada di buku pink KIA untuk mengetahui status stunting, status nutrisi lalu mengevaluasi secara rutin agar pencegahan dini bisa dilakukan ya bun
Tetap semangat ya bunda
ππππππππππ

Komentar