Langsung ke konten utama

Postingan

Berteduh

Dirimu di hatiku Rintik hujan mulai turun ke bumi Aku berteduh Tak ingin basah Setetespun pun aku tak rela Menjauh Perlahan aku lupakanmu Sulit memang Tapi aku bisa Perlahan tapi pasti Aku tak melupakanmu sepenuhnya Sekadar berpura-pura lupa akan dirimu Sekadar berpura-pura tak mengenalmu Padahal Padahal aku selalu mengingatmu Padahal aku sangat mengenalmu Sejauh mana kau pergi, aku tahu Setiap gerakanmu, aku melihat Setiap denyut nadimu, aku mendengar Aliran darahmu, aku pun turut merasakannya Dirimu di hatiku

Hurayy Hujan!

Hujan... Aduhh.. bukan 'Aduh' tapi 'Hurayy' Yapp.. Hurayy hujan.. !! aneh.. kenapa banyak orang menyesali akan datangnya hujan.. padahal hujan itu kan, hm.. umami..! eh, lebih tepatnya, hujan itu berasa seperti sajian 'Teh San Dao'.. itu loh, 'Teh Tiga Rasa".. ups, aku juga ga pernah ngrasain ding.. tapi setidaknya aku pernah bayangin gimana rasanya.. hoho Dalam buku 'Travel in Love' karya Liang Lu dan Li Qi, diceritakan bahwa nama Teh San Dao diambil dari ungkapan sebuah legenda filosofi, "Saat belajar apapun, kita harus melewati pahitnya terlebih dahulu, barulah kita akan berhasil." Cara menyajikan  teh san dao sangat unik. Sajian pertama teh sangat wangi, tapi pahit sekali. Sajian kedua, ke dalam teh ditambahkan gula merah, hazelnut, wijen, dan rushan, rasanya sangat manis dan sedap. Sajian ketiga, ke dalam teh dimasukkan madu dan daun pedas. Di dalam manis terasa pahit, di dalam pahit terasa manis, manis sedikit pedas, ...

mati kau dikoyak-koyak sepi

mati kau dikoyak-koyak sepi*) mati kau dikoyak-koyak sepi kau diamkan aku kau tak pedulikan aku kemanapun aku pergi, kau tak pernah mencariku aku berjalan keluar dari hatimu tak sepatah katapun  dari hatimu mengantar kepergianku inginku lambaian hatimu 'tuk melarangku pergi tapi kau tetap diam biarkan ku pergi baru satu jam aku berjalan keluar dari hatimu langkahku tanpa sapaan dari seorangpun rasanya begitu lama begitu lama ku terus melangkah jauh tapi kau tak jua datang menjemputku sepi kini kusampai di jembatan kulihat kebawah air yang biasa mengalir kini berhenti tak ingin bersorak bersamaku lagi langit tanpa awan tanpa hujan tanpa bintang sepi mati aku dikoyak-koyak sepi  *) "mati kau dikoyak-koyak sepi" ialah tulisan yang pernah kulihat di sekitar Malioboro, Yogyakarta.. menurutku betapa kejamnya jika rasa sepi itu datang menghampiri manusia.. tapi bukankah kita punya Allah.. p...