Langsung ke konten utama

Postingan

Notulensi 16-2-2013

Notulensi Rapat Kelompok KKN/PPL UNY 2013 SMAN 1 Jogonalan Hari, Tanggal              : Sabtu, 16 Feb 2013 Waktu                          : dimulai pukul 8.00 – 9.33 WIB Tempat                        : Ruang Serba Guna SMAN 1 Jogonalan Moderator                  : Dwi Wulandari Acara                           : Presentasi Rencana Kegiatan KKN UNY 2013 di SMAN 1 Jogonalan Peserta yang Hadir     : 25 Orang 1.       Drs. Yoh...

Teduhkan Ukhuwah di Pantai Kuwaru

“Teduhkan Ukhuwah di Pantai Kuwaru” Minggu, 10 Februari 2013 Keluarga Muslim Al Huda FBS UNY khususnya anggota Bidang Media dan Wacana (BMW) berkunjung ke Pantai Kuwaru, Bantul, Yogyakarta. Aziz, Nur, Abror, Wulan, Lusya, Nia, Putri, Genes, Ayu, Dhillah, Olia, Zakia Rihlah! # Pantai Kuwaru # Sekitar pukul 10 pagi, setelah berunding lama dan akhirnya memutuskan untuk pergi ke Pantai Kuwaru. Oke! Capcus.. Dengan membawa nananana, oleh-oleh khas kampung masing-masing   kan abis mudik liburan semesteran , kami menunggang motor 2 orang per motor di tengah bolongnya siang, Pantai Kuwaru yang jaraknya   sekitar 30 km dari Masjid Mujahidin Universitas Negeri Yogyakarta    kami tempuh. Puanaseee! Ciyus.. :D Jangan bilang siapa-siapa ya, baru pertama kali saya ke pantai ini. Hihihi Pantai Kuwaru terletak di sisi barat kota Bantul, tepatnya masuk wilayah Dusun Kuwaru, desa Poncosari, Kecamatan Srandakan Kabupaten Ba...

Biji yang Terbuang

Biji yang Terbuang Oleh: Lusya Uci Wardati Ketika pohon kecil dan perlahan menjadi dewasa, kemudian daunnya yang semakin rindang dan lagi membuahkan buahnya. Tak peduli pohon apapun itu, tapi buahlah yang selalu kita rindukan. Dia berikan yang terbaik. Dan mudah bagi kita untuk menikmatinya. Buah itu dari sebuah pohon. Pohon yang pernah kecil, pernah terinjak-injak oleh kita tanpa kita sadar. Pohon yang pernah kita tebang cabangnya, bahkan mungkin kita robohkan karena lama tak berbuah tapi ia bangkit lagi. Pohon itu ingin tumbuh. Tumbuh menjadi yang lebih baik. “Mengapa mereka tak mendukungku?”, bisiknya pada rerumputan di sekitarnya, mengeluhkan mereka yang menginjaknya. “Terus saja kalian menghardikku, teruskan saja. Tanpa mengerti aku.”, lanjutnya. Semua ingin menjadi lebih baik bukan? Semua ingin jadi baik! Mengapa tak pernah untuk mengerti. Pernah lihat waria di lampu merah? Pernah menyaksikan para pengemis di tempat umum? Pernah lihat segerombolan anak jalanan? A...

Tawa

"Kiranya aku tahu pasti kenapa hanya manusia satu-satunya makhluk yang tertawa, karena hanya manusia satunya-satunya makhluk yang teramat dalam lukanya hingga perlu menemukan tawa."  #Friedrich Nietszche