Langsung ke konten utama

Kebahagiaan itu sederhana saja..


"Kebahagiaan itu sederhana saja, Dik," Ungkap Mas Hakim suatu pagi.
"Kebahagiaan manusia itu terletak pada kepatuhannya terhadap aturan Yang Mahakuasa..."

"Mengapa demikian?"

"Karena secara fitrah, jiwa manusia dibangun atas nilai-nilai kehambaan, yang berarti kepatuhan pada Yang Maha Pencipta. Manusia hanya bisa berbahagia dengan totalitas penghambaan diri kepada Rabb-nya. Sekali ia beringsut dari ketaatan, maka kebahagiaan itu akan sirna diam-diam...."

Seorang bijak bestari menyatakan,
"Kunci kebahagiaan itu terletak pada tiga kalimat: Menjalankan perintah Allah, puas dengan rezeki yang dibagikan oleh Allah, dan ridha terhadap takdir-Nya.12"

"Bila kita taat, rezeki akan penuh berkah, segala yang terjadi dalam hidup akan terasa indah, derita akan dicerna tak ubahnya karunia...."

___
12 Ini adalah ungkapan seorang ulama besar, di zaman Khalifah Harun Ar-Rasyid, yang dilontarkan di depan dewan kekhalifahan.


Dikutip dari
halaman 118-119
buku “Mendung Tak Bermalam”
yang ditulis oleh Abu Umar Basyier



Komentar

burhan mengatakan…
subhanallah.. :)

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

PEMBAHASAN Pendahuluan Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan A.     Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Dalam beberapa kegiatan sehari-hari, kita jelas-jelas mengadakan pengukuran dan penilaian.             Dari dua kalimat di atas kita sudah menemui tiga buah istilah, yaitu evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Sementara orang memang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu pengertian yang sama sehingga dalam penggunaannya hanya tergantung dari kata mana yang siap untuk diucapkannya dan sementara orang yang lainnya membedakan ketiga istilah tersebut.             Dan untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya, dapat dipahami melalui contoh-contoh di bawah ini: a.       Apa...

Rinduku Lumpuh

gak nyangka, ditengah kumemikirkan bagaimana menjawab soal-soal matematika adekku malam ini..  1 2 3 4 5 6 7 mereka berbondong-bondong smsin aku, "Mb uci, nyebelin! Tp ngangenin... #sayang mb uci..^^" Yaelah.. idenya siapa ini, menggemaskan :') aku gak ngerti kudu kujawab apa, tapi gak njawab juga jawaban bukan? *maksa, haha aku juga sayang kalian :-) rindu kalian,. tapi, aku.. layaknya rembulan di malam lebaran.. itu yang kurasakan.. maaf sinarku dikekang begitu kuatnya.. dan rinduku lumpuh di langit.. aku sakit di sini. .:BMW Al Huda:.

,,bin ich hübsch?”

Das R ä tsel Ich bin ein wichtiges Ding. Ich werde von jedem Menschen jeden Tag gebraucht, Obwohl meine Gestalt ist schlicht. Ich habe verschidene Form; Viereck, Dreieck, rund, oval, usw. Morgens Menschen suchen mich. Sie erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst. Alle Frauen mag mich betrachten. Sie bringen mich ü berallhin. Alle Frauen auch erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst, ,,bin ich h ü bsch?” Wer bin ich?