Langsung ke konten utama

Mengangkat Tangan Ketika Berdoa




MENGANGKAT TANGAN KETIKA BERDOA

Tidak ditemukan ayat al-Qur’an yang berbicara tentang mengangkat tangan atau membasuh wajah dalam berdoa, demikian juga berdoa dengan menghadap ke kiblat. Riwayat menyangkut pengalaman Nabi Muhammad saw. Tentang hal-hal tersebut beragam, sehingga ulama berbeda pendapat. Ada yang memakruhkannya dan ada juga yang menganjurkannya. Sebagian ulama yang memakruhkan mengangkat kedua tangan ―ketika berdoa― hanya menganjurkan untuk menunjuk dengan jari telunjuk saat mengucapkan kata-kata tertentu dalam berdoa. Itulah makna keikhlasan kata mereka. Sedang pakar hadits Imam Bukhari dan Muslim mengemukakan beberapa riwayat bahwa Nabi saw. mengangkat kedua tangan beliau ketika berdoa. Bahkan sahabat Nabi saw., Abu Musa al-Asy’ari ra., berkata bahwa: “Nabi saw. mengangkat kedua tangan beliau sampai-sampai aku melihat putih ketiak beliau.” Anas bin malik ra., sahabat Nabi saw. yang lain, menginformasikan hal serupa, tetapi katanya: “Itu ketika Nabi saw. melaksanakan Shalat Istisqȃ’ (minta hujan).” Riwayat lain oleh Imam Muslim menyatakan bahwa ketika perang Badar, Nabi saw. berdoa dengan mengangkat kedua tangan beliau, sambil menghadap ke kiblat dan begitu bersungguh-sungguh beliau berdoa sampai-sampai sorban beliau terjatuh. Pakar hadits, Ibnu Majah, meriwayatkan bahwa Rasul saw. bersabda:
“Sesungguhnya Tuhan kamu Maha Hidup (lagi Maha Menganugerahkan kehidupan), Dia Maha Pemurah. Dia “malu” dari hamba-Nya yang mengangkat kedua tangannya lalu menampiknya dengan kosong.” (HR. Ibnu Majah melalui Salman ra.)

At-Tirmidzi juga meriwayatkan bahwa Umar Ibnu al-Khaththab ra. Berkata:
“Rasulullah saw. apabila mengangkat kedua tangan beliau (ketika berdoa) tidak meletakkannya (kembali) sebelum mengusap wajah beliau.”

Betapapun, kita dapat mengatakan sebagaiman kesimpulan Imam al-Qurthubi yang mengemukakan sekian banyak riwayat di atas, bahwa: Doa baik, sebagaimana yang mudah dilakukan. Yang mutlak adalah menampakkan keperluan dan kebutuhan kepada Allah disertai dengan kerendahan diri dan kepatuhan. Kalau seseorang ingin menghadap ke kiblat sambil mengangkat kedua tangannya maka itu baik. kalau dia mau, maka boleh juga tidak demikian, karena Nabi saw. pun pernah berdoa tanpa mengangkat tangan dan tidak juga menghadap ke kiblat. Allah hanya berfirman:
“Berdoalah kepada Tuhan kamu, dengan berendah diri serta dengan (suara lembut bagaikan) merahasiakan. Sesungguhnya Dia (Yang Maha Kuasa itu) tidak senang terhadap pelampau batas” (QS. al-A’rȃf [7]: 55).

Demikian itu salah satu firman-Nya dalam konteks berdoa, tanpa menjelaskan caranya apakah mengangkat kedua tangan atau tidak. Allah juga berfirman memuji hamba-hamba-Nya para Ulul al-Bȃb, yaitu
“Mereka yang mengingat Allah sambil berdiri atau duduk atau dalam keadaan berbaring” (QS. Ȃli ‘Imrȃn [3]: 191).

            Ulul al-Bȃb itu dipuji tanpa menjelaskan cara mereka berzikir/berdoa kecuali yang disebut di atas.

            Menghapus atau mengusap wajah setelah selesai berdoa juga menjadi bahasan ulama. Memang ada beberapa hadits yang menginformasikan bahwa Nabi saw. melakukannya, antara lain yang telah penulis kutip di atas, tetapi nilainya diperselisihkan oleh ulama. Atas dasar itu hal ini pun tepulang kepada yang berdoa, sebagaimana yang dikemukakan oleh al-Qurthubi di atas.

 Dikutip dari buku
M. Quraish Shihab, Wawasan AL-Qur’an tentang Zikir dan Doa
(Jakarta: Lentera Hati, 2006), pp. 250-254.

_


Komentar

Postingan populer dari blog ini

So Schummeln Sie sich Schlank

So Schummeln Sie sich Schlank Man kann sich fürchterlich quälen und hunger oder aber lässig schlank schummeln. Ohne Diät, nur mit ein paar Tricks. Hier sind sie: Kleiden Sie sich einfarbig: Wirkt fünf Pfund schlanker. Weite shorts machen Beine dünner.   Bauch zu dick: Ablenken. Kaufen Sie Blusen eine Konfektionsnummer größer, und zeigen Sie viel Dekolleté. Einen fülligen Po verstecken Sie unter langen glockigen Röcken. Zu Hosen nur Herenhemden oder super lange Pullis tragen. Keine flachen Treter. Hohe Absätze strecken. Vor dem Essen eine kalte Bouillon mit Ei trinken-das fült.   Nur Lieblingsspeisen essen. Macht froh und des halb nicht so schnell wieder hungrig. Und lächeln Sie! Bei heiteren Menschen achtet keiner auf drei, vier, überzählige Pfund.  Bild am Sonntag Beginilah Trik menjadi Langsing Seseorang dapat menyiksa diri dan membiarkan dirinya kelaparan atau menyiasati dengan santai . Tanpa diet, hanya dengan beberapa siasat. Di...

Prihatin

sekolah (kuliah).. masa-masa sekolah itu masa-masa yang prihatin, masa-masa penuh ujian.. tapi, sekaligus masa-masa yang paling indah.. masa yang paling indah meskipun sulit.. sesulit apapun.. jangan mengeluh.. teruslah belajar.. menapaki pelangi.. mengumpulkan bintang-bintang.. indah pada waktunya.. ilmu itu lebih penting daripada kekayaan Die Wissenschaft ist wichtiger als das   Vermögen

Rinduku Lumpuh

gak nyangka, ditengah kumemikirkan bagaimana menjawab soal-soal matematika adekku malam ini..  1 2 3 4 5 6 7 mereka berbondong-bondong smsin aku, "Mb uci, nyebelin! Tp ngangenin... #sayang mb uci..^^" Yaelah.. idenya siapa ini, menggemaskan :') aku gak ngerti kudu kujawab apa, tapi gak njawab juga jawaban bukan? *maksa, haha aku juga sayang kalian :-) rindu kalian,. tapi, aku.. layaknya rembulan di malam lebaran.. itu yang kurasakan.. maaf sinarku dikekang begitu kuatnya.. dan rinduku lumpuh di langit.. aku sakit di sini. .:BMW Al Huda:.