#Tugas Kuliah
“Konsep dan Tujuan Manajemen Pendidikan dan Administrasi Pendidikan”
Oleh: Lusya Uci Wardati
A. MANAJEMEN
PENDIDIKAN
1.
Manajemen dan Manajemen Pendidikan
Menurut Oey Liang Lee dalam buku
Dasar-Dasar Manajemen (Manullang), Manajemen adalah seni dan ilmu perencanaan,
pengorganisasian, penyusunan, pengarahan dan pengawasan sumber daya untuk
mencapai tujuan yang sudah ditetapkan. Namun bila kita mempelajari literatur
manajemen, maka akan ditemukan bahwa istilah manajemen mengandung tiga
pengertian, yaitu pertama, manajemen sebagai suatu proses, kedua, manajemen
sebagai kolektivitas orang-orang yang melakukan aktivitas manajemen dan,
ketiga, manajemen sebagai suatu seni (art) dan sebagai suatu ilmu.
Manajemen disebut sebagai seni
karena ia juga merupakan suatu usaha dalam mencapai tujuan dengan menonjol
keahlian, artinya memegang manajemen dengan memperhitungkan strategi bagaimana
usaha untuk melakukan sesuatu Sedangkan manajemen disebut sebagai ilmu karena
manajemen sebagai ilmu yang menelaah tentang tujuan manusia dalam rangka
mencapai tingkat kehidupan yang lebih layak. Jadi manajemen dikatakan sebagai
ilmu pengetahuan karena ia memberikan pelajaran kepada kita untuk “mengetahui
sesuatu”, sedangkan sebagai seni mengajarkan kepada kita tentang bagaimana
“melakukan sesuatu”.
Manajemen pendidikan, dalam
definisinya dapat didefinisikan sebagai seni dan ilmu mengelola sumber daya
pendidikan untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar
peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki
kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan,
akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa,
dan negara.
2.
Ruang Lingkup Manajemen Pendidikan
Sebagai proses dan fungsi
manajemen, berikut substansi yang menjadi garapan manajemen pendidikan:
1)
Perencanaan
2)
Pengorganisasian
3)
Pengarahan (motivasi, kepemimpinan,
pengambilan keputusan, komunikasi, koordinasi, dan negosiasi, serta
pengembangan organisasi)
4)
Pengendalian meliputi pemantauan
(monitoring), penilaian, dan pelaporan.
3.
Tujuan dan Manfaat Manajemen Pendidikan
Tujuan dan manfaat manajemen
pendidikan antara lain:
1)
Terwujudnya suasana belajar dan proses
pembelajaran yang Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif, dan Menyenangkan (PAIKEM)
2)
Terciptanya peserta didik yang aktif
mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan,
pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan
yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa, dan negara.
3)
Terpenuhinya salah satu dari empat
kompetensi tenaga pendidik dan kependidikan (tertunjangnya kompetensi
profesionalsebagai pendidik dan tenaga kependidikan sebagai manajer)
4)
Tercapainya tujuan pendidikan secara
efektif dan efisien
5)
Terbekalinya tenaga kependidikan dengan
teori tentang proses dan tugas administrasi kependidikan (tertunjangnya profesi
sebagai manajer atau konsultan manajemen pendidikan)
6)
Teratasinya masalah mutu pendidikan
B. ADMINISTRASI
PENDIDIKAN
1.
Perbedaan Administrasi dengan Manajemen
Dalam Bahasa Inggris, kata
administration dan management digunakan dalan konteks dengan beberapa variasi
pengertian. Namun, dalam beberapa konteks keduanya mempunyai persamaan arti
dengan kandungan makna to control yang artinya mengatur dan mengurus. Sebagai ahli,
berpendapat bahwa administrasi sama artinya dengan manajemen seperti yang
dinyatakan Sutisna (1987) bahwa dalam pemakaiannya secara umum administrasi
diartikan sama dengan manajemen dan administrator sama dengan manajer. Namun,
sebagian ahli lainnya berpendapat bahwa administrasi berbeda dengan manajemen
seperti yang dikemukakan Sutisna (1987) bahwa di bidang pendidikan,
pemerintahan, rumah sakit, dan kemiliteran orang umumnya memakai istilah administrasi,
sedangkan di bidang industri dan perusahaan digunakan istilah manajemen dan
manajer. Jadi, administrasi lebih cocok digunakan untuk lembaga-lembaga
pemerintah yang bersifat lebih mengutamakan kepentingan sosial sehingga
pelaksanaannya disebut administrator, sedangkan manajemen lebh cocok untuk
lembaga-lembaga swasta yang bersifat lebih mengutamakan kepentingan komersial sehingga
pemimpinnya disebut manajer. Pada bidang pendidikan, orang yang mempunyai
kewenangan struktural yang terletak pada garis otororitas, dimulai dari kepala
sekolah, wakil kepala sekolah, dan seterusnya disebut administrator. Pada
bidang bisnis, terminologi bisnis dikenakan pada mereka yang bertanggung jawab
terhadap urusan-urusan yang berkaitan dengan bisnis (perdagangan). Perbedaannya
terletak pada penugasan dan penetapan jabatan yang berkaitan dengan urusan.
2.
Pengertian Administrasi Pendidikan
Secara sederhana dan mudah, dapat
dikatakan: “Administarsi pendidikan adalah suatu ilmu tentang penyelenggaraan
pendidikan di sekolah, agar tercapai tujuan pendidikan di sekolah
itu.”Singkatnya: Administrasi pendidikan ialah pembinaan pengawasan dan
pelaksanaan dari segala sesuatu yang berhubungan dengan urusan-urusan
sekolah.Memperluas pemahaman tentang pengertian administrasi pendidikan berikut
ini dikemukakan beberapa batasan atau definisi.
a)
Hadari Nawawi mengatakan: Administrasi
pendidikan adalah rangkaian kegiatan atau keseluruhan proses pengendalian usaha
kerjasama sejumlah orang untuk mencapai tujuan pendidikan secara berencana dan
sistematis yang diselenggarakan dalam lingkungan tertentu, terutama berupa lembaga
pendidikan formal.
b)
Pendapat lain yang dikemukakan adalah
batasan dari Engkoswara. Beliau mengatakan: Administrasi Pendidikan adalah ilmu
yang mempelajari penataan sumber daya yaitu manusia, kurikulum atau sumber
belajar dan fasilitas untuk mencapai tujuan pendidikan secara optimaldan
penciptaan suasana yang baik bagi manusia yang turut serta di dalam mencapai
tujuan pendidikan yang disepakati. Selanjutnya dikatakan, tujuan administrasi
pendidikan adalah untuk mencapai tujuan pendidikan secara produktif yaitu
efektif dan efisien.
c)
Menurut Ngalim Purwanto: Administrasi
pendidikan ialah segenap proses pengarahan dan pengintegrasikan segala sesuatu,
baik personel, spiritual dan material, yang bersangkut paut dengan pencapaian
tujuan pendidikan.
Dari beberapa batasan di atas dapat
disimpulkan bahwa: administrasi pendidikan adalah tindakan mengkoordinasikan
perilaku manusia dalam pendidikan, agar sumber daya yang ada dapat ditata
sebaik mungkin, sehingga tujuan pendidikan dapat tercapai secara produktif.
3.
Tujuan Administrasi Pendidikan
Adapun tugas administrasi,
tepatnya administrasi pendidikan, mengupayakan agar tujuan pendidikan dapat
tercapai. Secara agak rinci dan kewajiban administrasi sehubungan dengan tujuan
pendidikan ini dapat dikemukakan sebagai berikut:
1)
Berusaha agar tujuan pendidikan tampil
secara formal dengan jalan merumuskan,menyeleksi,menjabarkan dan menetapkan
tujuan pendidikan yang akan dicapai sesuai dengan lembaga atau organisasi
pendidikan yang bersangkutan secara formal.
2)
Menyebarluaskan dan berusaha menanamkan
tujuan pendidikan itu kepada anggota lembaga, sehingga tujuan pendidikan
tersebut menjadi kebutuhan dan pendorong kerja para anggota lembaga.
3)
Memilih,menyeleksi,menjabarkan dan
menetapkan proses berupa tindakan,kegiatan,dan pola kerja yang diperhitungkan
dapat memberi hasil yang sesuai dengan tujuan yang telah ditetapkan.Berkaitan
dengan hal ini,perlu jugadiusahakan agar proses untuk mencapai tujuan
nonpendidikan tidak telalu banyak sehingga menghambat tercapainya tujuan
pendidikan.
4)
Mengawasi pelaksanaan proses pendidikan
dan lainnya dengan memantau memeriksa dan mengendalikan setiap kegiatan dan tindakan
pada setiap tahap proses sistem. Pada dasarnya pengawasan ini lebih menekankan
kepada usaha mengembalikan proses yang menyimpang pada hukum dan tahap perkembangan
serta interaksinya, dan hukum-hukum untuk mewujutkan kesempurnaan,kebaikan
serta kebahagiaan seperti yang diberikan Allah.
5)
Menilai hasil yang telah dicapai dan
proses yang sedang atau telah belaku,mengupayakan agar informasi tentang hasil
dan proses itu menjadi umpan balik yang dapat memperbaiki proses dan hasil
selanjutnya.
Unsur lain yang penting
dikemukakan dalam pendidikan ini dan mempunyai hubungan yang erat dengan
administrasi pendidikan ialah unsur manusia. Pendidikan adalah upaya manusia
demi manusia itu sendiri. Di dalam pendidikan itu terpaut manusia yang
mempunyai kepentingan yang berbeda-beda. Sudah dapat dibayangkan bahwa tanpa
koordinasi pengaturan kerja, penempatan serta pengarahan dan bimbingan proses
dan tujuan pendidikan akan mengalami kegagalan. Dan itulah merupakan tugas dan
kewajiban adminstrasi pendidikan yang berkaitan dengan manusia sebagai
individu, anggota masyarakat, dan abdi Allah.
DAFTAR
PUSTAKA
Abdulsyani, 1987. Manajemen Organisasi. Jakarta: PT. Bina
Aksara
Daryanto, 2008. Administrasi Pendidikan. Jakarta: PT.
Rineka Cipta.
Manullang, 2006. Dasar- Dasar Manajemen. Yogyakarta:
Gadjah Mada University Press.
Soepardi, Imam, 1988. Dasar-Dasar Administrasi Pendidikan.
Jakarta: Departemen Pendidikan dan Kebudayaan.
Terry, George, dan Lesli W. Rue,
1991. Dasar-Dasar Manajemen. Jakarta:
Bumi Aksara
Komentar