Mengenal & Penanganan Karies Gigi Anak
By drg. Emilliana Tri Sugiharti
Istilah karies gigi susu atau gigis, tentu sudah sangat familiar di telinga kita para ibu. Sebagian besar anak2 kita, mengalami karies pada gigi susunya. Terkadang hampir semua gigi anak terkena gigis, bahkan sampai habis dan hanya menyisakan akar gigi saja. Karies ini tidak hanya mengganggu penampilan (jika menyerang gigi depan) tetapi juga akan mengganggu nafsu makan (jika sering terasa sakit) dan makanan menjadi kurang lunak shg membuat kerja lambung menjadi berat.
Gigi karies yg mahkotanya pecah/patah pun terkadang melukai mukosa pipi/bibir. Untuk anak2 tentu hal ini akan sangat mengganggu.
Sebenarnya apa yg menyebabkan gigi karies?
Gigi karies disebabkan oleh banyak faktor /multifaktorial.
1. Makanan kariogenik (kandungan sukrosa tinggi).
Anak2 yg sering mengkonsumsi makanan kariogenik memiliki resiko 4,4 kali lebih tinggi dibanding anak2 yg tidak. Makanan kariogenik ini mengandung sukrosa yg sangat digemari oleh bakteri, kmd bakteri menghssilkan zat asam yg merusak gigi.
Termasuk dlm kategori makanan kariogenik adl susu formula dan jus buah (yg dibuat dg tambahan gula). Maka ada baiknya kita lebih selektif memilih makanan anak2 kita.
2. Lapisan email gigi susu lebih tipis shg lebih mudah terkena karies dibanding gigi permanen/dewasa.
3. Kebiasaan
Ada beberapa kebiasaan anak2 yg tidak baik yg mendukung berkembangnya karies gigi susu, diantaranya:
# tidak segera mengunyah dan menelan makanan (waktu makan yg terlalu lama shg karbohidrat berubah mnjadi gula/sukrosa --> makanan bakteri)
# minum susu dot dan tidak segera membersihkan gigi geligi setelahnya.
# seringnya anak tertidur sambil mengkonsumi minuman nutrisi dalam dot seperti : susu, jus buah, dll, sehingga sering juga disebut Karies Susu Botol atau Nursing Bottle Caries. Terendamnya gigi dalam cairan tersebut merupakan tempat yang sangat ideal untuk bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam. Untuk mengatasinya, selalu berikan air putih setelah anak selesai menyusu.
4. Jumlah saliva / air ludah
Semakin sedikit jumlah saliva, gigi akan semakin rentan terkena karies. maka perbanyak minum air putih (tanpa gula).
5. Perilaku membersihkan gigi
Plak yang muncul krn kurang menjaga kebersihan gigi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya karies. sikatlah gigi minimal dua kali sehari, pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Pada anak yang belum tumbuh gigi pembersihan daerah gusi yang belum bergigi dapat dilakukan dengan kain kasa/soft cloth yang dicelupkan air matang hangat.
Jika sudah tumbuh gigi pembersihan gigi dilakukan dengan menggunakan sikat Gigi . gunakan pasta gigi berfluoride.
6. Kekurangan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D juga dapat menyebabkan karies. Karena kalsium dan vitamin D memiliki peranan penting dalam pertumbuhan gigi.
By drg. Emilliana Tri Sugiharti
Istilah karies gigi susu atau gigis, tentu sudah sangat familiar di telinga kita para ibu. Sebagian besar anak2 kita, mengalami karies pada gigi susunya. Terkadang hampir semua gigi anak terkena gigis, bahkan sampai habis dan hanya menyisakan akar gigi saja. Karies ini tidak hanya mengganggu penampilan (jika menyerang gigi depan) tetapi juga akan mengganggu nafsu makan (jika sering terasa sakit) dan makanan menjadi kurang lunak shg membuat kerja lambung menjadi berat.
Gigi karies yg mahkotanya pecah/patah pun terkadang melukai mukosa pipi/bibir. Untuk anak2 tentu hal ini akan sangat mengganggu.
Sebenarnya apa yg menyebabkan gigi karies?
Gigi karies disebabkan oleh banyak faktor /multifaktorial.
1. Makanan kariogenik (kandungan sukrosa tinggi).
Anak2 yg sering mengkonsumsi makanan kariogenik memiliki resiko 4,4 kali lebih tinggi dibanding anak2 yg tidak. Makanan kariogenik ini mengandung sukrosa yg sangat digemari oleh bakteri, kmd bakteri menghssilkan zat asam yg merusak gigi.
Termasuk dlm kategori makanan kariogenik adl susu formula dan jus buah (yg dibuat dg tambahan gula). Maka ada baiknya kita lebih selektif memilih makanan anak2 kita.
2. Lapisan email gigi susu lebih tipis shg lebih mudah terkena karies dibanding gigi permanen/dewasa.
3. Kebiasaan
Ada beberapa kebiasaan anak2 yg tidak baik yg mendukung berkembangnya karies gigi susu, diantaranya:
# tidak segera mengunyah dan menelan makanan (waktu makan yg terlalu lama shg karbohidrat berubah mnjadi gula/sukrosa --> makanan bakteri)
# minum susu dot dan tidak segera membersihkan gigi geligi setelahnya.
# seringnya anak tertidur sambil mengkonsumi minuman nutrisi dalam dot seperti : susu, jus buah, dll, sehingga sering juga disebut Karies Susu Botol atau Nursing Bottle Caries. Terendamnya gigi dalam cairan tersebut merupakan tempat yang sangat ideal untuk bakteri berkembang biak dan menghasilkan asam. Untuk mengatasinya, selalu berikan air putih setelah anak selesai menyusu.
4. Jumlah saliva / air ludah
Semakin sedikit jumlah saliva, gigi akan semakin rentan terkena karies. maka perbanyak minum air putih (tanpa gula).
5. Perilaku membersihkan gigi
Plak yang muncul krn kurang menjaga kebersihan gigi merupakan salah satu faktor risiko terjadinya karies. sikatlah gigi minimal dua kali sehari, pagi sesudah sarapan dan malam sebelum tidur. Pada anak yang belum tumbuh gigi pembersihan daerah gusi yang belum bergigi dapat dilakukan dengan kain kasa/soft cloth yang dicelupkan air matang hangat.
Jika sudah tumbuh gigi pembersihan gigi dilakukan dengan menggunakan sikat Gigi . gunakan pasta gigi berfluoride.
6. Kekurangan nutrisi seperti kalsium dan vitamin D juga dapat menyebabkan karies. Karena kalsium dan vitamin D memiliki peranan penting dalam pertumbuhan gigi.
Komentar