Langsung ke konten utama

Sahabat itu ada dua


. . .
“Sesungguhnya orang yang mulia tidaklah selain orang yang suka berterima kasih serta tidak pendengki saja, melainkan ia bisa melupakan beberapa sifat buruk karena sebuah kebaikan saja dari sahabatnya.”

“Telah tersebut dalam sebuah pepatah berharga bahwa sesungguhnya hukuman yang dipercepat waktunya adalah hukuman pengkhianatan. Barang siapa yang dimintai maaf dan diperlakukan dengan sopan namun kemudian ia tidak mempunyai belas kasih dan tidak juga bersedia memaafkan, maka berarti ia telah berkhianat!”

Faredun si tikus menjawab, “Sesungguhnya sahabat itu ada dua. Pertama, sahabat karena terdorong niatnya untuk bersahabat secara sukarela. Kedua, sahabat karena terpaksa dan kedua-duanya sama-sama mencari manfaat dan menjaga dari kemudharatan. Adapun yang berniat menjalin persahabatan secara suka rela, maka ia akan tenang dan menjamin keamanan dalam segala keadaan. Sementara, sahabat karena terpaksa, dalam beberapa keadaan ia tenang terhadap sahabatnya, namun dalam keadaan lain ia harus hati-hati dan mewaspadainya.”

. . .

Dikutip dari buku
“Kalilah wa Dimnah”
Yogyakarta: Diva Press, 2009
halaman 243-244

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

PEMBAHASAN Pendahuluan Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan A.     Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Dalam beberapa kegiatan sehari-hari, kita jelas-jelas mengadakan pengukuran dan penilaian.             Dari dua kalimat di atas kita sudah menemui tiga buah istilah, yaitu evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Sementara orang memang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu pengertian yang sama sehingga dalam penggunaannya hanya tergantung dari kata mana yang siap untuk diucapkannya dan sementara orang yang lainnya membedakan ketiga istilah tersebut.             Dan untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya, dapat dipahami melalui contoh-contoh di bawah ini: a.       Apa...

Rinduku Lumpuh

gak nyangka, ditengah kumemikirkan bagaimana menjawab soal-soal matematika adekku malam ini..  1 2 3 4 5 6 7 mereka berbondong-bondong smsin aku, "Mb uci, nyebelin! Tp ngangenin... #sayang mb uci..^^" Yaelah.. idenya siapa ini, menggemaskan :') aku gak ngerti kudu kujawab apa, tapi gak njawab juga jawaban bukan? *maksa, haha aku juga sayang kalian :-) rindu kalian,. tapi, aku.. layaknya rembulan di malam lebaran.. itu yang kurasakan.. maaf sinarku dikekang begitu kuatnya.. dan rinduku lumpuh di langit.. aku sakit di sini. .:BMW Al Huda:.

,,bin ich hübsch?”

Das R ä tsel Ich bin ein wichtiges Ding. Ich werde von jedem Menschen jeden Tag gebraucht, Obwohl meine Gestalt ist schlicht. Ich habe verschidene Form; Viereck, Dreieck, rund, oval, usw. Morgens Menschen suchen mich. Sie erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst. Alle Frauen mag mich betrachten. Sie bringen mich ü berallhin. Alle Frauen auch erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst, ,,bin ich h ü bsch?” Wer bin ich?