Langsung ke konten utama

Das Märchen vom Krokodil


Das Märchen vom Krokodil
(Dongeng Tentang Buaya)

Es war einmal ein schönes grünes Krokodil, das lebte im Lande Ägypten, tummelte sich in den Wassern des Nils und ruhte im heiβen Sand seiner Ufer.
(Dahulu ada seekor buaya hijau yang cantik, yang hidup di negara Mesir, bermain-main di sungai Nil dan beristirahat di pasir yang panas tepi pantai)

Oft schaute es dabei den Schiffen nach, die auf dem Flusse dahinführen.
(Seringkali ia memperhatikan kapal-kapal yang berlayar ke hilir sungai)

An einem Abend erblickte es ein Schiff, das vor lauter Lichtern nur so funkelte.
(Pada suatu malam tampak oleh buaya sebuah kapal dengan banyak lampu yang berkelap-kelip)

Das Schönste aber war das Lied, das herübertönte und von der Winter erzählte.
(Yang terindah adalah lagu yang berbunyi dan menceritakan tentang musim dingin)

Da wurde dem Krokodil ganz sonderbar ums Herz und sehnsüchtig sah es zu den Pyramiden hinüber und träumte davon, was es wohl hinter den hohen gelben Sandbergen geben mochte.
(Hatinya luar biasa tersentuh dan dengan rindu ia memandang Piramida yang di seberang sana dan memimpikan piramida itu, apa kiranya yang terdapat di belakang bukit pasir kuning yang tinggi itu)

Eines Tages  traf es einen groβen Zauberer, dem es über die Maβen gefiel.
(Suatu hari ia bertemu dengan seorang penyihir besar yang disukai massa)

Er lud es ein, mit ihm zu kommen und die ganze Welt zu sehen.
(Penyihir mengundang buaya untuk pergi dan melihat dunia)

Das Krokodil sah seine Stunde gekommen, sagte ja, und der Zauberer versetze es auf prachtvolle Hemden und andere schöne Kleidungsstücke.
(Buaya melihat waktunya sudah tiba dan buaya berkata ya, dan penyihir mengalihkan buaya menjadi kemeja mewah dan pakaian lain yang indah)

Die bot er in vielen Ländern an, so dass das Krokodil weit herumkam und so zu einem berühmten Zeichen wurde.
(Penyihir itu menawarkan pakaian-pakaian tersebut ke banyak negara, sehingga buaya bepergian jauh dan menjadi tanda yang terkenal)

~Der Spiegel, Werbung, Ausschnitt~

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi

PEMBAHASAN Pendahuluan Dasar-Dasar Evaluasi Pendidikan A.     Pengertian Pengukuran, Penilaian, dan Evaluasi Memang tidak semua orang menyadari bahwa setiap saat kita selalu melakukan pekerjaan evaluasi. Dalam beberapa kegiatan sehari-hari, kita jelas-jelas mengadakan pengukuran dan penilaian.             Dari dua kalimat di atas kita sudah menemui tiga buah istilah, yaitu evaluasi, pengukuran, dan penilaian. Sementara orang memang lebih cenderung mengartikan ketiga kata tersebut sebagai suatu pengertian yang sama sehingga dalam penggunaannya hanya tergantung dari kata mana yang siap untuk diucapkannya dan sementara orang yang lainnya membedakan ketiga istilah tersebut.             Dan untuk memahami apa persamaan, perbedaan, ataupun hubungan antara ketiganya, dapat dipahami melalui contoh-contoh di bawah ini: a.       Apa...

Rinduku Lumpuh

gak nyangka, ditengah kumemikirkan bagaimana menjawab soal-soal matematika adekku malam ini..  1 2 3 4 5 6 7 mereka berbondong-bondong smsin aku, "Mb uci, nyebelin! Tp ngangenin... #sayang mb uci..^^" Yaelah.. idenya siapa ini, menggemaskan :') aku gak ngerti kudu kujawab apa, tapi gak njawab juga jawaban bukan? *maksa, haha aku juga sayang kalian :-) rindu kalian,. tapi, aku.. layaknya rembulan di malam lebaran.. itu yang kurasakan.. maaf sinarku dikekang begitu kuatnya.. dan rinduku lumpuh di langit.. aku sakit di sini. .:BMW Al Huda:.

,,bin ich hübsch?”

Das R ä tsel Ich bin ein wichtiges Ding. Ich werde von jedem Menschen jeden Tag gebraucht, Obwohl meine Gestalt ist schlicht. Ich habe verschidene Form; Viereck, Dreieck, rund, oval, usw. Morgens Menschen suchen mich. Sie erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst. Alle Frauen mag mich betrachten. Sie bringen mich ü berallhin. Alle Frauen auch erkundigen sich nach mich ü ber sie selbst, ,,bin ich h ü bsch?” Wer bin ich?